Jumat, 28 November 2014

ASTABIL MULTIVIBRATOR

Standard
Multivibrator adalah suatu rangkaian yang mengeluarkan tegangan bentuk blok atau pulsa. Sebenarnya multivibrator adalah penguat transistor dua tingkat yang dihubungkan dengan kondensator, dimana output dari tingkat yang terakhir dihubungkan dengan penguat pertama, sehingga kedua transistor itu akan saling umpan balik. Astabil Multivibrator merupakan salah satu jenis multivibrator yang berguncang bebas (free running) dan tersulut (triggering).

Disebut sebagai astable multivibrator apabila kedua tingkat tegangan keluaran yang dihasilkan oleh rangkaian multivibrator tersebut adalah quasistable. Disebut quasistable apabila rangkaian multivibrator membentuk suatu pulsa tegangan keluaran sebelum terjadi peralihan tingkat tegangan keluaran ke tingkat lainnya tanpa satupun pemicu dari luar.



Pulsa tegangan itu terjadi selama 1 periode (T1), yang lamanya ditentukan oleh komponen-komponen penyusun rangkaian multivibrator tersebut. Rangkaian tersebut hanya mengubah keadaan tingkat tegangan keluarannya di antara 2 keadaan, masing-masing keadaan memiliki periode yang tetap. Jika rangkaian dihubungkan seperti ditunjukkan gambar diatas (pins 2 dan 6 dihubungkan). Itu akan memicu dirinya sendiri dan bergerak bebas sebagai multivibrator, rangkaian multivibrator tersebut akan bekerja secara bebas dan tidak lagi memerlukan pemicu. Multivibrator adalah suatu rangkaian elektronika yang pada waktu tertentu hanya mempunyai satu dari dua tingkat tegangan keluaran, kecuali selama masa transisi. Multivibrator astabil merupakan rangkaian penghasil gelombang kotak yang tidak memiliki keadaan yang mantap dan selalu berguling dari satu kondisi ke kondisi yang lain (free running).

Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/teori-elektronika/astabil-multivibrator/
Copyright © Elektronika Dasar




MULTIVIBRATOR BISTABIL

Standard
         Bistable multivibrator merupakan jenis multivibrator yang memiliki output dengan dua keadaan stabil. Pulsa triger pada input rangkaian akan menyebabkan rangkaian diasumsikan pada salah satu kondisi stabil. Pulsa kedua akan menyebabkan terjadinya pergeseran ke kondisi stabil lainnya. Multivibrator bistabil ini hanya akan berubah keadaan jika diberi pulsa triger sebagai input. Multivibrator bistable ini sering disebut sebagai flip-flop. Output rangkaian multivibrator bistabil akan lompat ke satu kondisi (flip) saat dipicu dan bergeser kembali ke kondisi lain (flop) jika dipicu dengan pulsa triger berikutnya. Rangkaian kemudian menjadi stabil pada suatu kondisi dan tidak akan berubah atau toggle sampai ada perintah dengan diberi pulsa triger. 


Gambar berikut adalah salah satu contoh rangkaian multivibrator bistable dengan menggunakan.



Pada saat pertama kali catu daya diberikan pada rangkaian multivibrator bistable diatas, maka multivibrator diasumsikan berada pada suatu kondisi stabil. Salah satu transistor pada rangkaian multivibrator bistable diatas akan berkonduksi lebih cepat dibandingkan yang lain. Apabila diasumsikan Q1 pada rangkaian multivibrator diatas berkonduksi lebih dahulu dibandingkan Q2. Tegangan kolektor Q1 akan turun dengan cepat. Sambungan langsung antara kolektor dan basis menyebabkan penurunan tegangan pada Q1 dan turunnya arus IB dan IC. VC dari Q2 pada rangkaian multivibrator bistable diatas akan naik ke harga +VCC . Tegangan ke arah positif ini tersambung kembali ke basis Q1 melalui R3. Ini menyebabkan Q1 semakin berkonduksi dan sebaliknya mengurangi konduksi Q2. Proses ini berlangsung terus sampai Q1 jenuh dan Q2 cutoff. Rangkaian multivibrator bistable akan tetap pada kondisi stabil ini. Untuk mengawali perubahan kondisi pada output multivibrator bistable diperlukan pulsa triger. Pulsa negatif yang diberikan pada basis Q1 akan membuat Q1 menjadi cutoff. Pulsa positif yang diberikan pada basis Q2 menyebabkan transistor ini berkonduksi. Pada rangkaian multivibrator bistable diatas, apabila diasumsikan pulsa negatif diberikan pada basis Q1. Pada saat kondisi ini, IB dan IC dari Q1 akan drop dengan cepat. VC dari Q1 naik ke harga +VCC . Tegangan ke arah positif ini tersambung kembali ke basis Q2. IB dan IC dari Q2 akan naik dengan cepat. Ini menyebabkan turunnya VC dari Q2. Sambungan langsung VC melalui R3 menyebankan turunnya IB dan IC dari Q1. Proses ini berlangsung terus sampai Q1 cutoff dan Q2 jenuh. Rangkaian multivibrator bistable akan tetap pada kondisi ini sampai ada pulsa triger untuk berubah atau catu daya dilepas.

Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/rangkaian/bistable-multivibrator/
Copyright © Elektronika Dasar


Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/rangkaian/bistable-multivibrator/
Copyright © Elektronika Dasar

Rabu, 26 November 2014

Arti Kehidupan

Standard
Kehidupan bukanlah sekedar rutinitas.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencurahkan potensi diri kita untuk orang lain.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita berbagi suka dan duka dengan orang yang kita sayangi.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita bisa mengenal orang lain.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita melayani setiap umat manusia.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencintai pasangan kita, orang tua kita, saudara, serta mengasihi sesama kita.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita belajar dan terus belajar tentang arti kehidupan.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita selalu mengucap syukur kepada Allah Yang Maha Kuasa.

SUMBER : http://iphincow.com/

Inspirasi Pendiri WhatsApp

Standard

Jan Koum, pendiri WhatsApp, lahir dan besar di Ukraina dari keluarga yang relatif miskin. Saat usia 16 tahun, ia nekat pindah ke Amerika, demi mengejar apa yang kita kenal sebagai “American Dream”.
Pada usia 17 tahun, ia hanya bisa makan dari jatah pemerintah. Ia nyaris menjadi gelandangan. Tidur beratap langit, beralaskan tanah. Untuk bertahan hidup, dia bekerja sebagai tukang bersih-bersih supermarket. “Hidup begitu pahit”, Koum membatin.
Hidupnya kian terjal saat ibunya didiagnosa kanker. Mereka bertahan hidup hanya dgn tunjangan kesehatan seadanya. Koum lalu kuliah di San Jose University. Tapi kemudian ia memilih drop out, karena lebih suka belajar programming secara autodidak.
Karena keahliannya sebagai programmer, Jan Koum diterima bekerja sebagai engineer di Yahoo!. Ia bekerja di sana selama 10 tahun. Di tempat itu pula, ia berteman akrab dengan Brian Acton.
Keduanya membuat aplikasi WhatsApp tahun 2009, setelah resign dari Yahoo!. Keduanya sempat melamar ke Facebook yang tengah menanjak popularitasnya saat itu, namun diitolak. Facebook mungkin kini sangat menyesal pernah menolak lamaran mereka.
Setelah WhatsApp resmi dibeli Facebook dengan harga 19 miliar dollar AS (sekitar Rp 224 triliun) beberapa hari lalu, Jan Koum melakukan ritual yang mengharukan. Ia datang ke tempat dimana ia dulu, saat umur 17 tahun, setiap pagi antre untuk mendapatkan jatah makanan dari pemerintah. Ia menyandarkan kepalanya ke dinding tempat ia dulu antre. Mengenang saat-saat sulit, dimana bahkan untuk makan saja ia tidak punya uang.. Pelan2, air matanya meleleh. Ia tidak pernah menyangka perusahaannya dibeli dengan nilai setinggi itu.
Ia lalu mengenang ibunya yg sudah meninggal karena kanker. Ibunya yang rela menjahit baju buat dia demi menghemat. “Tak ada uang, Nak…”. Jan Koum tercenung. Ia menyesal tak pernah bisa mengabarkan berita bahagia ini kepada ibunya.

"Rezeki datang dari arah dan bentuk yang tidak terduga. Remaja miskin yg dulu dapat jatah makan itu kini jadi Triliuner"


sumber : http://iphincow.com/

Selasa, 25 November 2014

13 Hal yang Harus Kamu Ingat Saat Hidup Sedang Tak Bersahabat

Standard
1. Kamu Wajib Berdamai dengan Masalahmu Sendiri Tak lulus di salah satu mata kuliah yang kamu tempuh sudah pasti membuatmu kesal. Kamu pun merasa kecewa dan sedih lantaran satu nilai yang gagal akan mempengaruhi prestasimu. Tapi, coba sejenak luangkan waktu untuk berpikir dengan kepala dingin. Apakah kondisimu saat ini bisa diubah?
Lakukan cara-cara untuk mengubahnya jika memang kamu mampu. Namun, jika tidak kamu hanya bisa melakukan 2 hal; menerima kealpaanmu dan mengulang mata kuliah yang sama di semester berikutnya, atau memilih terus-terusan menyesal dan menyalahkan diri sendiri.
2. Hidupmu Akan Lebih Menderita Jika Terus-Menerus Memikirkan MasalahKadang, hal-hal negatif justru datang dari dirimu sendiri. Pikiran-pikiran negatif menjadikan hidupmu terasa lebih berat untuk dijalani. Padahal, kebahagiaan hanyalah perkara merubah sudut pandang atau cara berpikirmu.

Pikiran dan emosimu hanya akan dipenuhi energi negatif saat terus-terusan memikirkan masalah yang harus dihadapi. Sementara, saat bisa menemukan pelajaran-pelajaran baik dari hal buruk yang dialami, kamu pun akan merasa jauh lebih baik.
3. Mengubah Keadaan Dimulai dari Memperbaiki DiriSegala yang ada di sekitamu adalah refleksi dari dirimu sendiri. Jika kamu mengalami banyak masalah dan hidupmu terkesan berantakan, mungkin lantaran kamu belum bisa pintar-pintar menempatkan diri.

Saat kamu tak boleh ikut ujian karena telat datang ke kelas, bukankah hal ini lantaran kamu bangun kesiangan? Kamu pun tahu betul bahwa penyebab bangun kesiangan adalah pertandingan sepak bola yang kamu tonton semalaman. Kembali tanyakan pada dirimu sendiri; apakah layak jika kamu menyalahkan keadaan?
4. Kamu Tidak Gagal, Hanya Belum Berhasil!Ada baiknya, kata “gagal” dihapus dari kamus hidupmu. Semua orang yang berhasil mencapai kesuksesan lazimnya pernah mengalami kegagalan – tak hanya sekali bahkan berkali-kali. Thomas Edison, penemu bola lampu pernah berujar;
“Aku tak pernah gagal, hanya melakukan 99 percobaan yang tidak berhasil”
Yup, kegagalan hanya perlu ditanggapai dengan penerimaan. Tapi, gagal bukan berarti menerima lalu berhenti mencoba. Yakinlah bahwa kamu hanya perlu mencoba lagi; menemukan cara-cara untuk memperbaiki kesalahanmu yang lalu. Kelak saat harus mencoba lagi, kamu pun akan mencapai hasil yang lebih baik.5. Saat Bisa Mengatasi Rasa Kecewa, Banyak Hal Baik yang Akan Datang MenghampirimuYup, nasihat ini mungkin terdengar klise dan sulit dilakukan. Tapi, cara ini bisa jadi ampuh menenangkan hatimu jika berhasil diterapkan. Saat kembali merefleksi perjalanan hidup, kamu akan menemukan banyak hal-hal bisa yang ternyata tak bisa diraih.

Pekerjaan impian tak bisa kamu dapatkan atau pasangan yang kamu cintai sudah lepas dari genggaman. Namun, percayalah bahwa dibalik ketidakberhasilan, sudah ada rencana-rencana baik yang menantimu. Pekerjaan yang saat ini kamu lakoni dan status single yang sekarang kamu sadang memberi makna tersendiri dalam hidupmu.
6. Abaikan Masa Lalu dan Masa yang Akan Datang, Kamu Layak Menikmati Kehidupanmu yang SekarangKamu tak seharusnya hidup di masa lalu, pun buru-buru menjejak ke masa depan. Justru yang paling penting adalah kehidupan yang sedang kamu jalani sekarang. Percayalah bahwa setiap momen itu berharga karena tak akan pernah bisa diulang. Terlalu memikirkan masa lalu atau terobsesi pada kesuksesan di masa depan kelak akan membuatmu menyesal.7. Jangan Biarkan Obsesi Mengendalikan HidupmuBanyak orang yang hidupnya terbebani lantaran punya banyak obsesi. Ingin punya banyak uang, berharap bisa keliling dunia, atau ingin selalu disanjung dan dihormati. Ketika keinginan-keinginan yang kuat itu gagal diraih, mereka pun akan mudah kecewa atau frustasi.

Kondisi inilah yang akhirnya menjebakmu dalam pikiran-pikiran negatif. Kamu mulai menyalahkan diri sendiri dan keadaan di sekitarmu. Menganggap dunia tak adil atau nasib tak berpihak kepadamu. Ketika kamu menginginkan sesuatu, selayaknya ingatlah baik-baik bahwa kamu akan tetap berbahagia meskipun tak berhasil mendapatkannya.
8. Rasa Takutmu Hanya Harus Dikenali Lalu DikalahkanYa, rasa takut nyatanya bisa jadi guru terbaik bagimu. Berhasil mengalahkan rasa takutmu sendiri menjadikan hidupmu terasa lebih memuaskan. Kamu yang punya karakter pemalu tentu akan sangat bangga ketika bisa mempresentasikan hasil kerjamu saat rapat dengan atasan. Yang pasti, langkah paling pertama untuk mengatasi rasa takutmu adalah mencoba melakukan sesuatu yang membuatmu takut.9. Hei, Kamu Pun Layak Bahagia dan Bersenang-Senang!Banyak orang yang ternyata tak mengijinkan dirinya sendiri untuk bersenang-senang. Bahkan, mereka tak paham bagaimana cara membuat dirinya sendiri bahagia. Pasalnya, terkadang seseorang bisa sangat terikat dengan masalah-masalahnya sendiri. Dia tak sadar bahwa hidup bisa terasa lebih bahagia saat bisa sejenak melepaskan masalah.10. Berhenti Membandingkan Dirimu dengan Orang LainJika kamu memang butuh pembanding, lihatlah orang lain yang hidupnya tak seberuntung dirimu. Apakah saat ini kamu masih menganggur setelah lulus, atau belum bisa mandiri secara finansial? Tengoklah bagaimana nasib teman-temanmu yang sekarang masih belum tuntas dengan tugas akhirnya. Ingatlah pula mereka yang sedang dalam kondisi tak sehat atau hidupnya di bawah garis kemiskinan.

Jika kamu masih menganggur dan belum “kokoh” soal finansial, pikirkan solusi atau cara-cara untuk mengatasinya. Rajin-rajinlah mencari peluang kerja atau rencanakan bisnis yang mungkin bisa mulai kamu rintis. Fokuslah pada dirimu sendiri, bukan malah sibuk memikirkan orang lain yang kehidupannya sudah mapan dan berkecukupan.
11. Jangan Menempatkan Dirimu Sebagai KorbanKamu bisa jadi korban dari pikiran- pikiran burukmu sendiri. Pasalnya, tak seorang pun layak bertanggung jawab jika sampai saat ini hidupmu belum cukup bahagia. Satu-satunya yang bisa mengendalikan hidupmu adalah dirimu sendiri. Sebagai manusia dewasa, kamu selayaknya bisa bijaksana menjalani hidupmu. Saat banyak masalah yang kamu alami, yakinlah bahwa kewajibanmu adalah menuntaskannya satu persatu.12. Mulailah dengan Membuat Perubahan yang NyataSaat berada pada situasi yang buruk kita cenderung merasa tak akan pernah menemukan jalan keluar. Kita berpikir bahwa keadaan tak bisa diubah atau diperbaiki. Padahal, banyak hal yang bisa diperbaiki asalkan kita mau berusaha. Kuncinya, kita tak boleh diam di tempat. Tapi, mulai berpikir dan melakukan langkah-langkah perbaikan yang nyata. Bukankah perubahan tak akan datang dengan sekejap tanpa ada usaha?13. Selama Kamu Percaya, Kemungkinan Bisa Hidup Bahagia Akan Selalu AdaHidup selayaknya bisa dijalani dengan “mengalir”. Merasakan bahagia pun sesekali sedih atau kecewa itu wajar saja. Saat mengalami masa-masa sulit, percayalah bahwa keajaiban itu ada. Kamu berhak meyakini kekuatan besar yang berkuasa atas dirimu dan kehidupanmu. Kamu harus meyakini bahwa setiap kesulitan pasti bisa dilewati dan orang-orang terdekatmu pun pasti tak akan ragu untuk membantu.

SUMBER : http://www.kaskus.co.id/thread/547239c0a09a39472d8b4569/?ref=homelanding&med=hot_thread

Jumat, 21 November 2014

Contoh 2 Fenomena/Kasus sosial yang sering terjadi di Indonesia

Standard

       1. KONFLIK TNI DAN POLRI

Tak hanya itu, bersama Soerya ada sejumlah wartawan ikut terjebak. Mereka adalah wartawan Koran Sindo Muhammad Bunga Ashab, wartawan Batamtoday.com Gabriel P Sara, wartawan Tribun Batam Zabur Anjasfianto, dan wartawan Haluan Kepri Dedy Manurung.

Wartawan Koran Sindo Muhammad Bunga Ashab menyatakan mereka saat terjebak sedang dalam keadaan kelaparan. Jantung mereka pun berdebar kencang saat mendengar bunyi rentetan senjata dari arah luar Mako Brimob.

"Rata-rata belum makan seharian. Kita sempat saling meminta rokok buat menenangkan diri," kata Muhammad di sekitar Mako Brimob Polda Kepri Tembesi Batam, Jumat (21/11).

Dia mengaku saat peluru berdesingan tak mengenakan jaket anti peluru. Mereka tiarap tak berani mendongakkan kepalanya saat terjadi tembakan.

"Kami tiarap di bawah meja. Kami tidak memakai rompi anti peluru karena memang kurang jumlahnya," ujar dia.

Senada, wartawan Tribun Batam Zabur Anjasfianto mengaku sempat ditembak ketika pergi ke toilet. Dia pun mengungkapkan tembakan pertama kali berasal dari luar Mako Brimob.

"Saya di tembak waktu buang air kecil, soalnya handphone saya menyala (lampu dimatikan saat baku tembak). Kami yakin bukan Brimob yang nembak duluan," ujar dia.

Tembakan itu, kata dia berlanjut hingga beberapa waktu lamanya. Dia tak mengira bakal selamat mengingat suasana saat itu betul-betul seperti di medan perang.

"Kami bertahan selama tujuh jam di lorong antara ruangan dengan ruangan gedung I Mako Brimob Polda Kepri. Kalau nggak ada wakil gubernur saat itu, pasti sudah rata," pungkas dia.

          Diatas adalah sebuah contoh berita kasus sosial yang sering terjadi antara aparat kesatuan republik Indonesia ini, menurut saya konflik ini sebenarnya untuk para petinggi aparat selalu mengadakan kerjasama antar aparat, tetapi sampai sekarang masih saja muncul konfilk ini lagi, kalau untuk solusi seperti kasus seperti ini sebenarnya cukup sulit karena seharusnya seorang aparat memiliki moral dan jiwa nasionalisme yang tinggi dan menjadi contoh disiplin, tetapi yang timbul seringnya karena salah satu pihak yang tidak terima dan mengakbatkan konfilik yang cukup besar sampai-sampai berita terakhir di bulan ini terjadi baku tembak antara aparat seperti contoh berita di atas, tetapi dengan solsui selalu mengadakan perdamaian yang di usulkan para petinggi aparat berharap akan sampai ke bawah-bawahnya untuk saling berdamai dan tidak saling egois bahkan mari kita berkerja sama antara pihak TNI dan POLRI untuk memajukan Indonesia dengan tugasnya masing-masing.  

2.  KONLIK TAWURAN ANTAR PELAJAR

Tawuran antar pelajar selalu menjadi agenda perbincangan setiap tahunnya, masalah ini bukan perkara baru, dan jangan dianggap perkara yang remeh. Padahal kalau kita kaji masalah tawuran antar pelajar akan membawa dampak panjang, bukan hanya bagi pelajar yang terlibat, namun juga untuk keluarga, sekolah serta lingkungan masyarakat di sekitarnya.
Tawuran antara pelajar saat ini sudah menjadi masalah yang sangat mengganggu ketertiban dan keamanan lingkungan di sekitarnya. Saat ini, tawuran antar pelajar sekolah tidak hanya terjadi di lingkungan atau sekitar sekolah saja, namun terjadi di jalan-jalan umum, tak jarang terjadi pengrusakan fasilitas publik. Penyimpangan pelajar ini menyebabkan pihak sekolah, guru dan masyarakat yang melihat pasti dibuat bingung dan takut bagaimana untuk mererainya, sampai akhirnya melibatkan pihak kepolisian. 
Hal ini tampak beralasan karena senjata yang biasa dibawa oleh pelajar-pelajar yang dipakai pada saat tawuran bukan senjata biasa. Bukan lagi mengandalkan keterampilan tangan, tinju satu lawan satu. Sekarang, tawuran sudah menggunakan alat bantu, seperti benda yang ada di sekeliling (batu dan kayu) mereka juga memakai senjata tajam layaknya film action di layar lebar dengan senjata yang bisa merenggut nyawa seseorang. Contohnya, samurai, besi bergerigi yang sengaja dipasang di sabuk, pisau, besi.
Penyimpangan seperti tawuran antar pelajar, menjadi kerusuhan yang dapat menghilangkan nyawa seseorang tidak bisa disebut sebagai kenakalan remaja, namun sudah menjadi tindakan kriminal. Yang menjadi pertanyaan, adalah bagaimana bisa seorang pelajar tega melakukan tindakan yang ekstrem sampai menyebabkan hilangnya nyawa pelajar lain hanya karena masalah-masalah kecil? 
Tawuran antar pelajar bisa terjadi antar pelajar sesama satu sekolah, ini biasanya dipicu permasalahan kelompok, cenderung akibat pola berkelompok yang menyebabkan pengkelompokkan berdasarkan hal-hal tertentu. Misalnya, kelompok anak-anak nakal, kelompok kutu buku, kelompok anak-anak kantin, pengkelompokan tersebut lebih akrab dengan sebutan Gank. Namun, ada juga tawuran antar pelajar yang terjadi antara dua kelompok beda sekolah.
Contoh kasus dalam tawuran antar pelajar dapat disebabkan oleh banyak faktor, beberapa contoh di antaranya, yaitu:
1.      Tawuran antar pelajar bisa terjadi karena ketersinggungan salah satu kawan, yang di tanggapi dengan rasa setiakawan yang berlebihan.
2.      Permasalahan yang sudah mengakar dalam artian ada sejarah yang menyebabkan pelajar-pelajar dua sekolah saling bermusuhan.
3.      Jiwa premanisme yang tumbuh dalam jiwa pelajar.Untuk mengkaji lebih jauh permasalahan tawuran antar pelajar, kita bisa mengkaji terlebih dahulu mengenai penyebab tawuran antar pelajar dari tiga poin diatas.

Tawuran Antar Pelajar Akibat Rasa Setia Kawan yang Berlebihan
Rasa setia kawan atau lebih dikenal dengan sebutan rasa solidartas adalah hal yang lumrah atau biasa kita temukan dalam kehidupan, misalkan dalam persahabatan rasa setiakawan akan menjadi alasan mengapa persahabatan bisa menjadi kuat. Ia bisa menjadi indah ketika ditempatkan dalam porsi yang pas dan seimbang.
Namun, rasa setia kawan yang berlebihan akan menyebabkan hal yang buruk, salah satunya adalah mengakibatkan tawuran antar pelajar. Mungkin dari kita pernah mendengar tawuran antar pelajar yang dipicu karena ketersingguhan seorang siswa yang tersenggol oleh pelajar sekolah lain saat berpapasan di terminal, atau masalah kompleks lainnya. Misalkan, permasalahan pribadi, rebutan perempuan, dipalak dan lain sebagainya.
Pemahaman arti sebuah persahabatan memang perlu dipahami oleh masing-masing individu pelajar itu sendiri. Tawuran antar pelajar yang diakibatkan karena rasa setiakawan harus segera dihentikan, karena hal ini akan memicu kawan-kawan yang lain untuk mendapatkan hak atau perlakuan yang sama pada waktu mengalami masalah.
Ini dapat menjadikan pelajar malas dalam menyelesaikan masalah dirinya sendiri, tanpa mau menyelesaikannya sendiri dan cenderung tidak berani bertanggung jawab. Menjadi ketergantungan dan akan menimbulkan dampak yang negatif bagi perkawanan itu sendiri.
Tawuran antar pelajar akibat sejarah permusuhan dengan sekolah lainKadang permasalahan tawuran antar pelajar dipicu pula dengan adanya sejarah permusuhan yang sudah ada dari generasi sebelumnya dengan sekolah lain, beredarnya cerita-cerita yang menyesatkan, bahkan memunculkan mitos berlebihan membuat generasi berikutnya, terpicu melakukan hal yang sama. 
Contohnya, sebut saja sekolah A dengan sekolah B adalah musuh abadi, dimana masing-masing sekolah akan melakukan hal yang antipati terhadap sekolah lain. Biasanya, akan ada pelajar yang menjadi perbincangan, semacam tokoh bagi sekolahnya, karena kehebatannya pada waktu berkelahi.
Dalam permasalahan tawuran antar pelajar yang dipicu karena permasalahan ini, perlu adanya pendekatan khusus, yang memasukkan program kerja sama dengan sekolah tersebut. Peranan sekolah dan guru memegang peranan penting.
Ironisnya, sebuah pertandingan persahabatan. Misalnya, olahraga. Kadang memicu sebuah permusuhan dan perkelahian. Hal ini akhirnya menuntut kecerdasan dan ketelitian pihak penyelenggara dalam mengemas sebuah acara.

Tawuran Antar Pelajar Akibat Jiwa Premanisme
              Premanisme bukan istilah yang asing lagi. Premanisme yang berasal dari kata “preman”
adalah sebutan orang yang cenderung memakai kekerasan fisik dalam menyelesaikan
permasalahannya. Kemenangan di ukur karena kekuatan fisiknya bukan intelektualitas.
Premanisme bertolak belakang dengan jiwa seorang pelajar, yang dituntut kecerdasan berpikir,
kecerdasan mengelola emosi, dll. 
Jiwa premanisme dalam jiwa pelajar dapat dihilangkan karena dia tidak semerta merta muncul
begitu saja, ia disebabkan oleh sesuatu hal. Oleh karenanya, kita perlu mengetahui faktor
penyebab sikap premanisme dalam diri pelajar. Faktor di luar diri pelajar adalah faktor yang
kental dapat mempengaruhi ke dalam. Beberapa contohnya adalah:
Tayangan-tayangan di televisi, baik film ataupun liputan berita yang menceritakan atau sengaja
mengekspose tema-tema kekerasan dapat mempengaruhi psikis remaja.
Kekerasan yang terjadi di rumah. Kekerasan yang dimaksud bukan hanya individu pelajar saja
yang menjadi korban kekerasan namun kekerasan yang terjadi pada satu anggota keluarganya,
dapat mempengaruhi psikis individu. Hal ini yang akan menyebabkan trauma atau kekerasan
beruntun yang diakibatkan karena menganggap kekerasan adalah hal yang wajar.
Acara awal tahun, orientasi sekolah adalah acara di mana pelajar baru diwajibkan mengikuti
kegiatan ini. Kegiatan yang pada dasarnya adalah untuk memahami dan mengenali sekolah,
kegiatan serta untuk lebih kenal kawan-kawannya malah cenderung disalah gunakan oleh senior
untuk ajang balas dendam dari apa yang pernah ia terima pada waktu yang sama menjadi junior,
pola-pola yang dipakai cenderung dengan pola militer. Hal inilah yang menyebabkan kekerasan
dalam dunia pendidikan. Pola yang menjadi semacam suntikan yang terus diturunkan oleh setiap
generasi. Agar terhindar dari pola yang berlebihan, diperlukan adanya pengawasan dari pihak
sekolah dan turunnya langsung pengajar dalam kegiatan ini. Kedisiplinan berbeda dengan
kekerasan, hal ini seharusnya menjadi tantangan setiap panitia kegiatan dalam mengemas ide,
gagasan acara pada waktu perkenalan sekolah, menjadi sesuatu yang inofatif, kreatif sehingga
diharapkan lambat laun sikap premanisme akibat perpeloncoan akan menjadi cara kuno dan tidak
menarik lagi.

Dari faktor penyebab tersebut, kita bisa mendapatkan bayangan atau solusi yang terbaik seperti apa dan bagaimana melakukan proses penyelesaiannya. Walaupun permasalahan tawuran antar pelajar memang bukan hal sepele yang bisa langsung diselesaikan, namun diperlukan adanya proses berkelanjutan, kesadaran dan kerja sama dengan semua pihak, bukan hanya sekolah, orangtua, masyarakat dan penegak hukum, tapi juga kesadaran pemahaman pelajar sebagai seorang individu, sebagai generasi muda yang penuh dengan tanggung jawab.
Ada beberapa hal yang perlu digarisbawahi dari paparan di atas, yaitu: “Pemahaman” bagaimana seorang pelajar disaat sedang mengalami pencarian identitas, cenderung sangat mudah labil. Dan kelabilan inilah yang ahirnya tawuran antar pelajar terjadi.Ada beberapa cara yang efektif untuk mencegah sebelum tawuran antar pelajar terjadi, misalkan dengan:
Membuat dan memfasilitasi ruang-ruang kegiatan yang positif.
Memberikan kebebasan berpendapat dan berekspresi dan tetap adanya kontrol dari pihak-pihak yang berkaitan khususnya orang-orang terdekat, mencoba lebih terbuka dan mengenali serta memberikan solusi yang positif ketika remaja sedang mengalami emosi.
Sikap optimis dan kepercayaan terhadap pelajar perlu ditumbuhkan kembali, sehingga suatu saat kita tidak akan mendengar lagi berita atau kabar mengenai kejadian tawuran antar pelajar di negeri kita ini, yang ada kita bangsa Indonesia dipenuhi kabar berita tentang pelajar-pelajar yang produktif, kritis, mampu menjadi juara dalam berbagai bidang, baik berupa kompetisi pengetahuan dan ilmu pengetahuan. 
Sudah saatnya generasi muda membuktikan potensi dalam dirinya, dan sudah menjadi tugas kewajiban orang tua, sekolah, masyarakat dan pihak-pihak yang terkait untuk mencegah terjadinya bentuk-bentuk penyelewengan pelajar, terutama permasalahan yang membuat was-was menjadi sebuah tindakan kriminal, tawuran antar pelajar


Kamis, 20 November 2014

Pemuda yang meliputi nilai negatif dan positif dalam pergaulan, sosialisai, dan pengembangan

Standard
pembahasan mengenai pemuda yang meliputi nilai negatif dan positif dalam pergaulan, sosialisai, dan pengembangan
di susun oleh:
-Abdurahman alif
- Ana faradibah
- Dwi cipto maulana
- muhamad yusup
ini di buat untuk memenuhi tugas ilmu sosial dasar, universitas Gunadarma
         PROSES SOSIALISASI
Sosialisasi dapat terjadi secara langsung bertatap muka dalam pergaulan sehari-hari, dapat juga terjadi secara tidak langsung melalui telepon, surat atau melalui media massa.
Keadaan lingkungan di mana individu berada berperan penting dalam proses sosialisasi. Keadaan lingkungan menyebabkan individu mengaktualisasi dirinya untuk memperoleh sikap dan pola tingkah laku yang sesuai dengan masyarakat.Oleh karena itu, individu melakukan sosialisasi untuk mempelajari pola kebudayaan yang mendasar seperti bahasa, cara berjalan, cara makan, dan lain-lain.
Sosialisasi dapat pula terjadi melalui interaksi dan komunikasi.Melalui komunikasi, seseorang memperoleh pengalaman-pengalaman hidup, kebiasaan-kebiasaan yang menjadi bekal pergaulan di masyarakat luas.Selain itu, komunikasi dapat pula melalui media massa seperti surat kabar, majalah, buletin, dan tabloid. Dengan memperoleh informasi dari media massa, individu akan belajar nilai dan norma secara umum yang mampu menghasilkan tingkah laku yang di harapkan masyarakat.
                                                                                                                           
Peran Sosial Pemuda di masyarakat
Pemuda merupakan generasi penerus sebuah bangsa, kader bangsa, kader masyarakat dan kader keluarga. Pemuda selalu diidentikan dengan perubahan betapa tidak, peran pemuda dalam membangun bangsa ini, peran pemuda dalam menegakkan keadilan, peran pemuda yang menolak kekuasaan.
Sejarah telah mencatat kiprah pemuda-pemuda yang tak kenal waktu yang selalu berjuang dengan penuh semangat biarpun jiwa raga menjadi taruhannya. Indonesia merdeka berkat pemuda-pemuda Indonesia yang berjuang seperti Ir. Sukarno, Moh. Hatta, Sutan Syahrir, Bung Tomo dan lain-lain dengan penuh semangat perjuangan.
Satu tumpah darah, satu bangsa dan satu bahasa merupakan sumpah pemuda yang di ikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928. Begitu kompaknya pemuda Indonesia pada waktu itu, dan apakah semangat pemuda sekarang sudah mulai redup, seolah dalam kacamata negara dan masyarakat seolah-olah atau kesannya pemuda sekarang malu untuk mewarisi semangat nasionalisime. Hal tersebut di pengaruhi oleh Globalisasi yang penuh dengan tren.
Sekarang Pemuda lebih banyak melakukan peranan sebagai kelompok politik dan sedikit sekali yang melakukan peranan sebagai kelompok sosial, sehingga kemandirian pemuda sangat sulit berkembang dalam mengisi pembangunan ini.
Peranan pemuda dalam sosialisasi bermasyrakat sungguh sangat menurun, dulu biasanya setiap ada kegiatan masyarakat seperti kerja bakti, acara-acara keagamaan, adat istiadat biasanya yang berperan aktif dalam menyukseskan acara tersebut adalah pemuda sekitar. Pemuda sekarang lebih suka dengan kesenangan, selalu bermain-main dan bahkan ketua RT/RW nya saja dia tidak tahu.
Kini pemuda pemudi kita lebih suka peranan di dunia maya ketimbang dunia nyata. Lebih suka main lebih suka nongkrong bareng, lebih suka di forum ketimbang duduk mufakat untuk kemajuan RT, RW, Kecamatan, Provinsi bahkan di tingkat lebih tinggi adalah Negara.
Selaku Pemuda kita dituntut aktif dalam kegiatan-kegiatan masyarakat, sosialisasi dengan warga sekitar. Kehadiran pemuda sangat dinantikan untuk menyokong perubahan dan pembaharuan bagi masyarakat dan negara. Aksi reformasi disemua bidang adalah agenda pemuda kearah masyarakat madani. Reformasi tidak mungkin dilakukan oleh orang tua dan anak-anak.
jadi intinya peran pemuda sekarang ini sungguh sangat memprihatinkan, banyak pemuda sekarang yang jarang bersosialisasi dengan lingkungan masyarakat sekitar padahal dari pemuda lah timbul semangat-semangat yang dapat membuat sebuah bangsa menjadi besar. Berkurangnya rasa sosialisasi di masyakat juga tidak lepas dari kecanggihan teknologi sekarang yang semuanya serba instant, mudah dan cepat tanpa harus bersusah payah. Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa kenyataannya masih ada pemuda-pemuda yang mengikuti kegiatan-kegiatan masyarakat seperti menjadi panitia-panitia dalam keagamaan, sosial, perayaan dan semacamnya.
Peran pemuda dalam masyarakat dapat ditingkatkan dengan mengadakan acara-acara atau kumpul untuk para pemudanya agar lebih bersosialisasi dengan lingkungan masyarakat sekitar. Semoga cita-cita dan perjuangan para pahlawan dahulu untuk memerdekakan bangsa ini dapat terwujud dengan pemudanya yang turut berperan aktif dalam masyarakat.
Generasi pemuda lingkungan masyarakat pada saat ini sangatlah minim . pada generasi dahulu pemuda lebih menetapkan pada bangsa , akan tetapi pada masa kini pemuda lebih mengikuti jaman masa kini .bisa kita lihat pemuda-pemuda pada masa kini tidak menyosongkan masa depanya lebih baik , malah menghancurkannya . contohnya : pemuda jaman sekarang lebih memilihih untuk bersenang-senang saja tanpa harus memikirkan bagaimana nantinya. Pemuda masa kini lebih menyepatkan hanya bermain jaringan sosial ketimbang ia harus berkumpul dalam acara karang taruna dalam lingkungan masyarakat. Padahal karang taruandalam masyrakat sangatlah berguna .karang taruna sendiri memiliki pengertian sebagai sebuah organisasi non-partisan yang memiliki tugas-tugas pokok pemerintah atau masyarakat lainya yang menanggulangi masalah sosial khususnya dalam generasi pemuda.
Masalah- masalahyang terdapat dalam generasi pemuda :
Masalah pemuda merupakan masalah yang abadi dan selalu dialami oleh setiap generasi dalam hubungannya dengan generasi yang lebih tua. Masalah-masalah pemuda ini disebakan karena sebagai akibat dari proses pendewasaan seseorang, penyusuan diri dengan situasi yang baru dan timbulah harapan setiap pemuda karena akan mempunyai masa depan yang baik daripada orang tuanya. Proses perubahan itu terjadi secara lambat dan teratur (evolusi)
Sebagian besar pemuda mengalami pendidikan yang lebih daripada orang tuanya. Orang tua sebagai peer group yang memberikan bimbingan, pengarahan, karena merupakan norma-norma masyarakat, sehingga dapat dipergunakan dalam hidupnya. Banyak sekali masalah yang tidak terpecahkan karena kejadian yang menimpa mereka belum pernah dialami dan diuangkapkannya.Dewasa ini umum dikemukakan bahwa secara biologis dan politis serta fisik seorang pemuda sudah dewasa akan tetapi secara ekonomis, psikologis masih kurang dewasa. Contohnya seperti pemuda-pemuda yang sudah menikah, mempunyai keluarga, menikmati hak politiknya sebagai warga Negara tapi dalam segi ekonominya masih tergantung kepada orang tuanya
Peran pemuda seharus nya meliputi sebagai berikut :
  1. Agent of change
Pemuda berperan untuk mengadakan perubahan – perubahan dalam masyarakat ke arah perubahan yang lebih baik. Perubahan yang bersifat kemanusiaan
  1. Agent of defelopment
Pemuda berperan melancarkan atau melaksankan pembangunan di segala bidang, baik bersifat fisik maupun non fisik.
  1. Agent of modernization
Pemuda berperan dan bertugas sebagai pelopor dalam pembaharuan. Maksudnya pemuda pemuda dapat memilih mana yang perlu diubah dan mana yang masih tetap dipertahankan.
Kesimpulan : Pemuda saat ini tidak seperti pemuda generasi sebelum nya , seharus untuk memajukan kehidupan bangsa indonesia menjadi bangsa yang layak khusus nya dalam lingkungan masyarakat , pemuda harus aktif dalam hal seperti bersosialisasi dengan lingkungan , dalam masyakat kampus pemuda memiliki peran penting dalam kemajuan kampus , sama hal nya dengan lingkungan di masyarakat , minimal ikut serta dalam kegiatan sosial , seperti kerja bakti , menjadi panitia dalam acara tertentu , dan menciptakan pergaulan yang sehat dalam lingkungan masyarakat
          PEMBINAAN GENERASI MUDA
Pembinaan generas imuda adalah suatu cara pendekatan untuk para generasi muda khususnya generasi muda Indonesia, yang di bina supaya menjadi generasi muda yang berkarakter baik. Pembinaan generasi muda pada umumnya berkaitan erat baik dengan usaha-usaha pendidikan sekolah (pendidikanfor-mil) maupun dengan kegiatan pendidikan luar sekolah (non- formil).Pengembangan kehidupan berorganisasi di kalangan generasi muda di lakukan dalam lingkungan sekolah dan kampus begitupula di kalangan masyarakat luas (dalam kepramukaan atau pun organisasi kepemudaan lainnya).
         PENGEMBANGAN GENERASI MUDA
Sedangkan pengembangan generasi muda sendiri itu adalah suatu langkah untuk memajukan generasi muda dan terus dikembangkan supaya menjadi generasi muda yang berkarakter baik dari apapun segi potensi dan bakat yang dimilikinya. Kebijaksanaan pengembangan generasi muda di lakukan secara terkoordinasi, terarah, integral dankomprehensif.Hal ini berarti bahwa antarasatu organisasi/lembaga dengan orga­nisasi/lembaga lainnya di bina hubungan saling mengisi dan saling membantu dalam rangka meningkatkan integrasi pemuda dalam pelaksanaan program-program pembangunan serta parti­sipasinya dalam proses pembangunan pada umumnya.
Generasi muda yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah yang lebih baik, agar dapat ikut serta dalam mengisi pembangunan yang kini sedang berlangsung di era globalisasi, pemuda di Indonesia sangat beraneka ragam dari sabang sampai merauke.
Ada 3 kategori dalam mengelompokan generasimuda berdasarkan umur dan lembaga serta Ruang lingkup tempat pemudaberada:
  1. Siswa, usiaantara 6 – 18 tahun, masihduduk di bangkusekolah.
  2. Mahasiswausiaantara 18 – 25 tahunberadi di perguruantinggidanakademi.
  3. Pemuda di luarlingkungansekolahmaupunperguruantinggiyaitumereka yang berusia 15 – 30 tahunkeatas.
generasi muda dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya menghadapi berbagai permasalahan yang perlu di upayakan penanggulangan nyadengan melibatkan semua pihak.
Permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh generasi muda di Indonesia antara lain sebagaiberikut :
  1. Terbatasnya lapangan kerja yang tersedia. tingkat pengangguran tinggi dan menjadi beban bagi keluarga maupun negara.
  2. Penyalah gunaan ObatNarkotika dan Zat Adiktif lainnya yang merusak fisikdan mental bangsa.
  3. Masih ada nya anak-anak yang hidup menggelandang.
  4. Pergaulan bebas yang merujukkan pada penyimpangan perilaku (Deviant   behavior).
  5. Masuknya budaya barat (Westernisasi Culture) yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa kita yang dapat merusak mental generasimuda.
  6. Perkawinan di bawah umur yang masih banyak dilakukan oleh golongan masyarakat, terutama di pedesaan.
Poladasar pembinaan dan pengembangan generasi muda dalam Keputusan Menteri Pendidkan dan Kebudayaan yang tertuang pada nomor : 0323/U/1978 tanggal 28 oktober 1978. Bertujuan agar semua pihak yang ikut serta dan yang berkepentingan untuk penanganan nya harus benar-benar menggunakannya sebagai pedoman agar pelaksanaanya dapat terarah dan menyeluruh serta dapat mencapaisasaran dan tujuan yang dimaksud.
Pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda di susun berlandaskan Pancasila, Undang-undang dasar 1945, Garis-garis Besar Haluan Negara, Sumpah Pemudadan Proklamasi, Tata nilai ditengah masyarakat.
Untuk mencapai pembinaan dan pengembangan bagigenerasi muda yang diinginkan dapat kitalaksanakan kegiatan-kegiatan sebagaiberikut:
  1. Melaksanakan pemberdayaan masyarakat terutama generasi muda di lingkungannya secara  terpadu dan terarah serta berkesinambungan.
  2. Menyelenggarakan kegiatan pengembangan kewirausahaan untuk generasi muda di lingkungannya.
  3. memupuk kreatifitas generasi muda untuk dapat mengembangkan tanggung jawab sosial yang rekreatif, kreatif, edukatif, ekonomis produktif.
  4. menggunakan sumber dan potensi di lingkungannya secara berswadaya secara tanggung jawab.
  5. menguatkan komunikasi, kerjasama, informasi dan kemitraan dengan berbagai sektor lainnya.
  6. menyelenggarakan usaha-usaha pencegahan permasalahan sosial yang aktual.
Sangat  di perlukan penataan kehidupan pemuda salah satunya dengan cara bersosialisasi itu sangat penting agar mereka mampu melaksanakan peranan yang penting dalam masa depan sekalipun, bahwa masa depan tersebut tidak berdiri sendiri, danmerekadapatmenjadigenerasimuda yang membanggakanbangsadannegara.
         
             Masalah dan Potensi Generasi Muda
Masalah dan Potensi Generasi Muda
  1. Permasalahan Generasi Muda
Berbagai permasalahan generasi yang muncul pada saat ini antara lain :
  1. Menurunnya jiwa idealisme, patriotisme, dan nasionalisme dikalangan masyarakat, termasuk jiwa pemuda.
  2. Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya.
  3. Belum seimbangnya antara jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia, baik formal dan informal. Tinggimya jumlah putus sekolah yang tidak hanya merugikan generasi muda sendiri, tetapi juga merugikan bangsa.
  4. Kekurangan lapangan dan kesempatan kerja serta tingginya tingkat pengangguran dan setengah pengangguran dikalangan generasi muda mengakibatkan berkurangnya produktivitas nasional dan memperlambat kecepatan laju perkembangan pembangunan nasional serta dapat menimbulkan berbagai problem sosial lainnya.
  5. Kurangnya gizi yang menghambat perkembangan kecerdasan, dan pertumbuhan.
  6. Masih banyaknya perkawinan dibawah umur.
  7. Pergaulan bebas yang membahayakan sendi-sendi moral bangsa.
  8. Merebaknya penggunaan NAPZA dikalangan remaja.
  9. Belum adanya peraturanm perundangan yang menyangkut generasi muda.
Dalam rangka memecahkan permasalahan generasi muda diatas, diperlukan usaha-usaha terpadu, terarah dan berencana dari seluruh potensi nasional dengan melibatkan generasi muda sebagai subjek pembangunan. Organisasi-organisasi pemuda yang telah berjalan baik merupakan potensi yang siap untuk dilibatkan dalam kegiatan pembangunan nasional.
  1. Potensi-potensi Generasi Muda
Potensi-potensi yang terdapat pada generasi muda yang perlu dikembangkan adalah sebagai berikut :
  1. Idealisme dan Daya Kritis
Secara sosiologis generasi muda belum mapan dalam tatanan yang ada, sehingga ia dapat melihat kekurangan dalam tatanan dan secara wajar mampu mencari gagasan baru. Pengejawantahan idealisme dan daya kritis perlu dilengkapi landasan rasa tanggung jawab yang seimbang.
  1. Dinamika dan Kreativitas
Adanya idealisme pada generasi muda, menyebabkan mereka memiliki potensi kedinamisan dan kreativitas, yakni kemampaun dan kesediaan untuk mengadakan perubahan, pembaharuan, dan penyempurnaan kekurangan yang ada ataupun mengemukakan gagasan yang baru.
  1. Keberanian Mengambil Resiko
Perubahan dan pembaharuan termasuk pembangunan, mengandung resiko dapat meleset, terhambat atau gagal. Namun, mengambil resiko itu diperlukan jika ingin memperoleh kemajuan. Generasi muda dapat dilibatkan pada usaha-usaha yang mengandung resiko. Untuk itu diperlukan kesiapan pengetahuan, perhitungan, dan keterampilan dari generasi muda sehingga mampu memberi kualitas yang baik untuk berani mengambil resiko.
  1. Optimis dan Kegairahan Semangat
Kegagalan tidak menyebabkan generasi muda patah semangat. Optimisme dan kegairahan semangat yang dimiliki generasi muda merupakan daya pendorong untuk mencoba lebih maju lagi.
  1. Sikap Kemandirian dan Disiplin Murni
Generasi muda memiliki keinginan untuk selalu mandiri dalam sikap dan tindakannya. Sikap kemandirian itu perlu dilengkapi dengan kesadaran disiplin murni pada dirinya agar mereka dapat menyadari batas-batas yang wajar dan memiliki tenggang rasa.
  1. Terdidik
Walaupun dengan memperhitungkan faktor putus sekolah, secara menyeluruh baik dalam arti kualitatif maupun dalam arti kuantitatif, generasi muda secara relatif lebih terpeljar karena lebih terbukanya kesempatan belajar dari generasi pendahulunya.
  1. Keanekaragaman dalam Persatuan dan Kesatuan.
Keanekaragaman generasi muda merupakan cermin dari keanekaragaman masyarakat kita. Keanekaragaman tersebut dapat menjadi hambatan jika dihayati secara sempit dan eksklusif. Akan tetapi, keanekaragaman masyarakat Indonesia merupakan potensi dinamis dan kreatif jika ditempatka dalam kerangka integrasi nasional yang didasarkan pada semangat sumpah pemuda serta kesamaan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
  1. Patriotisme dan Nasionalisme
Pemupukan rasa kebanggaan, kecintaan, dan turut serta memiliki bangsa dan negara dikalangan generasi muda perlu digalakkan karena pada gilirannya akan mempertebal semangat pengabdian dan kesiapan mereka untuk membela dan mempertahankan NKRI dari segala bentuk ancaman. Dengan tekad dan semangat ini, generasi muda perlu dilibatkan dalam setiap usaha dan pemantapan ketahanan dan pertahanan nasional.
  1. Sikap Kesatria
Kemurnian idealisme, keberanian, semangat pengabdian dan pengorbanan serta rasa tanggung jawab sosial yang tinngi adalah unsur-unsur yang perlu dipupuk dan dikembangkan dikalangan generasi muda Indonesia sebagai pembela dan penegak kebenaran dan keadilan bagi masyarakat dan bangsa.
  1. Kemampuan Penguasaan Ilmu dan Teknologi
Generasi muda dapat berperan secara berdaya guna dalam rangka pengembangan ilmu dan teknologi bila secara fungsional dapat dikembangkan sebagai Transformator dan Dinamisator terhadap lingkungannya yang lebih terbelakang dalam ilmu dan pendidilkan serta penerapan teknologi, baik yang maju, maupun yang sederhana.
           Tujuan pokok sosialisasi
Tujuan sosialisasi ada 4 yaitu:
  1. Memberikan ketrampilan terhadap seseorang agar mampu mengimbangi hidup bermasyarakat.
  2. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara efektif.
  3. Membantu mengendalikan fungsi – fungsi organic yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
  4. Membiasakan diri dengan berprilaku sesuai dengan nilai – nilai dan kepercayaan pokok yang ada dimasyarakat.
  1. DEFINISI DAN PENGERTIAN PENDIDIKAN MENURUT PARA AHLI
  2. Definisi dan Pengertian Pendidikan menurut para ahli pada hakekatnya adalah suatu proses pembentukan perilaku manusia secara intelektual untuk menguasai ilmu pengetahuan, secara emosional untuk menguasai diri dan secara moral sebagai pendalaman dan penghayatan nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang di masyarakat.
Secara etimologi pendidikan berasal dari kata “educare” dalam bahasa latin yang bermakna melatih atau mengajarkan. Educare berasal dari kata ex dan ducare, yang berarti memimpin. Jadi pendidikan adalah suatu proses pelatihan dimana terdapat dua subyek yang saling berhubungan, yaitu yang satu memimpin dan yang satunya lagi dipimpin.
Pendidikan adalah kegiatan kemanusiaan atau disebut sebagai kegiatan “memanusiakan manusia”. Kesuma, dkk (2007), menyebutkan bahwa sebagai kegiatan manusiawi, pendidikan membuat manusia membuka diri terhadap dunia. Lebih dari itu Khan (2010), menyatakan bahwa pendidikan merupakan suatu proses humanisasi yang artinya dengan pendidikan manusia akan lebih bermartabat, berkarakter, terampil, yang memiliki tanggung jawab terhadap sistem sosial sehingga akan lebih baik, aman dan nyaman.
Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, mendefinisikan pendidikan sebagai suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Struktur pendidikan tinggi di Indonesia terdiri dari 2 jalur pendidikan, yaitu pendidikan akademik dan pendidikan profesional. Pendidikan akademik adalah pendidikan tinggi yang diarahkan terutama pada penguasaan ilmu pengetahuan dan pengembangannya, dan lebih mengutamakan peningkatan mutu serta memperluas wawasan ilmu pengetahuan. Pendidikan akademik diselenggarakan oleh sekolah tinggi, institut, dan universitas.
      
         pengertian pendidikan tinggi
Pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh pendidikan tinggi. Pendidikan tinggi diselenggarakan dengan sistem terbuka.
Perguruan Tinggi adalah satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan tinggi dan dapat berbentuk akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut, atau universitas.
Perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi dapat menyelenggarakan program akademik, profesi, dan/atau vokasi.
Gelar akademik, profesi, atau vokasi hanya digunakan oleh lulusan dari perguruan tinggi yang dinyatakan berhak memberikan gelar akademik, profesi, atau vokasi. Penggunaan gelar akademik, profesi, atau vokasi lulusan perguruan tinggi hanya dibenarkan dalam bentuk dan singkatan yang diterima dari perguruan tinggi yang bersangkutan.
         DEFINISI DAN PENGERTIAN PENDIDIKAN TINGGI
Perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi dapat menyelenggarakan program akademik, profesi, dan/atau vokasi.
Gelar akademik, profesi, atau vokasi hanya digunakan oleh lulusan dari perguruan tinggi yang dinyatakan berhak memberikan gelar akademik, profesi, atau vokasi. Penggunaan gelar akademik, profesi, atau vokasi lulusan perguruan tinggi hanya dibenarkan dalam bentuk dan singkatan yang diterima dari perguruan tinggi yang bersangkutan.