Senin, 10 Juli 2017

Mengenal apa itu "SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition)"

Standard
SCADA (kependekan dari Supervisory Control And Data Acquisition) adalah sistem kendali industri berbasis komputer yang dipakai untuk pengontrolan suatu proses, seperti:
  • proses industri: manufaktur, pabrik, produksi, generator tenaga listrik.
  • proses infrastruktur: penjernihan air minum dan distribusinya, pengolahan limbah, pipa gas dan minyak, distribusi tenaga listrik, sistem komunikasi yang kompleks, sistem peringatan dini dan sirine
  • proses fasilitas: gedung, bandara, pelabuhan, stasiun ruang angkasa.
Beberapa contoh lain dari sistem SCADA ini banyak dijumpai di lapangan produksi minyak dan gas (Upstream), Jaringan Listrik Tegangan Tinggi dan Tegangan Menengah (Power Transmission and Distribution) dan beberapa aplikasi yang dipakai untuk memonitor dan mengontrol areal produksi yang cukup luas.
Suatu sistem SCADA biasanya terdiri dari:
  • antarmuka manusia mesin (Human-Machine Interface)
  • unit terminal jarak jauh yang menghubungkan beberapa sensor pengukuran dalam proses-proses di atas
  • sistem pengawasan berbasis komputer untuk pengumpul data
  • infrastruktur komunikasi yang menghuhungkan unit terminal jarak jauh dengan sistem pengawasan, dan

Yang dimaksud dengan Supervisory Control atau Master Terminal Unit (MTU) adalah kendali yang dilakukan di atas kendali lokal atau Remote Terminal Unit (RTU), sebagai ilustrasi, pada suatu ladang minyak dan gas (Oil and Gas Field) ada beberapa sumur minyak (Oil Well) yang berproduksi. Hasil minyak mentah (Crude Oil) dari masing-masing sumur produksi tersebut dikumpulkan di stasium pengumpul atau Gathering Station (GS) di mana proses lanjutan terhadap minyak mentah yang terkumpul tersebut dilakukan. Biasanya pada masing-masing sumur minyak produksi terpasang suatu sistem (RTU) yang memonitor dan mengontrol beberapa kondisi dari sumur minyak produksi tersebut. Kendali lokal dilakukan pada masing-masing production well dan supervisory control yang berada di stasiun pengumpul, melakukan control dan monitoring kepada semua production well yang ada di bawah supervisi. Jika salah satu production well mengalami gangguan, dan stasiun pengumpul tetap harus memberikan dengan production rate tertentu, maka supervisory control akan melakukan koordinasi pada production well lainnya agar jumlah produksi bisa tetap dipertahankan.
Pada umumnya jarak antara RTU dengan MTU cukup jauh sehingga diperlukan media komunikasi antara keduanya. Cara yang paling umum dipakai adalah Komunikasi Radio (Radio Communication) dan Komunikasi Serat Optik (Optical Fiber Communication).
Pada sistem tenaga listrik, media komunikasi yang dipergunakan adalah Power Line Communication, Radio Data, Serat optik dan kabel pilot. Pemilihan media komunikasi sangat bergantung kepada jarak antar site, media yang telah ada dan penting tidaknya suatu titik ( gardu ).
Pengaturan sistem tenaga listrik yang komplek, sangat bergantung kepada SCADA. Tanpa adanya sistem SCADA, sistem tenaga listrik dapat diibaratkan seperti seorang pilot membawa kendaraan tanpa adanya alat instrumen dihadapannya. Pengaturan sistem tenaga listrik dapat dilakukan secara manual ataupun otomatis. Pada pengaturan secara manual, operator mengatur pembebanan pembangkit dengan melihat status peralalatan listrik yang mungkin dioperasikan misalnya Circuit Breaker ( CB ), beban suatu pembangkit, beban trafo, beban suatu transmisi atau kabel dan mengubah pembebanan sesuai dengan frekuensi sitem tenaga listrik. Pengaturan secara otomatis dilakukan dengan aplikasi Automatic Generating Control ( AGC ) atau Load Frequency Control ( LFC ) yang mengatur pembebanan pembangkit berdasar setting yang dihitung terhadap simpangan frekuensi.
Salah satu hal yang penting pada sistem SCADA adalah komunikasi data antara sistem remote ( remote station / RTU ) dengan pusat kendali. Komunikasi pada sistem SCADA mempergunakan protokol khusus, walaupun ada juga protokol umum yang dipergunakan. Protokol yang dipergunakan pada sistem SCADA untuk sistem tenaga listrik di antaranya :
  1. IEC Standar meliputi IEC 60870-5-101 yang berbasis serial komunikasi dan IEC 60870-5-104 yang berbasis komunikasi ethernet.
  2. DNP 3.0
  3. Modbus
  4. Proprietary solution, misalnya KIM LIPI, HNZ, INDACTIC, PROFIBUS dan lain-lain

copyright : SCDA - https://id.wikipedia.org/wiki/SCADA

Program Studi Sarjana Teknik Tenaga Listrik

Standard

Informasi Umum

Perkembangan di bidang ilmu teknik ketenagalistrikan berlangsung cepat pada beberapa dekade terakhir. Hal ini antara lain dipicu oleh semakin pentingnya listrik di dalam kehidupan modern. Boleh dikata bahwasanya aktifitas ke­hidupan umat manusia semakin takterpisahkan dari tenaga listrik. Namun di sisi lain, energi primer menjadi semakin ma­hal pula, sehingga dalam pengusahaan listrik perlu dikem­bangkan teknologi guna mencapai konversi energi primer ke listrik yang efisien.
Dampak dari peningkatan efisiensi tersebut maka ilmu dan teknologi di bidang teknik ketenagalistrikan juga berkembang cepat. Demikian pula, perkembangan teknologi di bidang teknik elektronika daya yaitu dengan dikembangkannya teknologi kompo­nen dan perangkat keras kendali di bidang elektronika daya juga telah memicu riset dan pengembangan konsep konservasi energi yang lebih baik dan andal.
Sementara itu, dalam hal pengusahaan energi listrik dan pengoperasian sistem tenaga listrik masa kini dan yang akan datang, teknologi informasi dan komputer semakin nyata dan mutlak diperlukan. Operasi sistem tenaga listrik modern memer­lukan Real Time Computers untuk membantu tenaga pelaksana dalam mengelola sistem tenaga listrik. Sistem Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) merupakan piranti kerja yang tidak dapat dihindarkan pemakaiannya dalam sistem tenaga listrik yang berskala besar. Teknologi SCADA saat ini berkembang dengan sangat pesat dan mengarah kepada Gardu Induk Otomatis serta Teknologi yang bersifat Open System. Perangkat keras dan lunak sistem SCADA yang dahulu hanya diproduksi oleh Power System Equipment manufacture, sekarang banyak dijual oleh Software House dan Remote Terminal Unit manufacture yang berbasis Personal Computer. Dalam hal ini, maka seorang sarjana yang bekerja di sektor ketenagalistrikan seyogyanyalah mampu berkomunikasi dengan sarjana teknik komputer.
Program Studi Teknik Tenaga Listrik akan memiliki lulusan dengan kualifikasi kompetensi sebagai berikut:
  • mempunyai basis pengetahuan teknik tenaga listrik yang kuat se­hingga mampu dengan cepat mengi­kuti perkembangan ipteks, khusus­nya dalam bidang ketenagalistrikan, memiliki potensi berkembang dan mampu belajar sepanjang hayat
  • memiliki kompetensi dalam aplikasi ilmu matematik dan ilmu sains dasar untuk menyelesaikan masalah ke­tenagalistrikan
  • mampu mengembangkan metoda enjiniring melalui kemampuan mem­formulasikan masalah dan mencari alternatif solusi masalah khususnya bi­dang ketenagalistrikan; untuk tujuan ini maka kandungan desain enjiniring yang berbasis pada permasalahan nyata mendapatkan penekanan penting dalam program studi teknik tenaga listrik
  • memiliki pemahaman yang baik akan arah perkembangan (trends) dan dampak dari teknologi, khususnya teknologi ketenagalistrikan, dalam ma­syarakat dan lingkungan kehidupan
  • memiliki kemampuan untuk me­nyelesaikan tugas secara mandiri dan terprogram, melalui proses pembelaja­ran teori, praktika di laboratorium dan projek tugas akhir
  • memiliki norma dan etika enjinir­ing yang baik dan terpercaya memiliki wawasan berfikir interdisipliner dan ket­erampilan komunikasi yang baik agar dapat berkarya secara efektif di industri, di perusahaan ketenagalistrikan, dan di bidang pendidikan dan penelitian.

Prospek Kerja

Lulusan Program Studi Teknik Tenaga Listrik dapat bekerja di bidang pembangki­tan, transmisi, distribusi dan pemanfaatan tenaga listrik sebagai perancang, peneliti, enjinir operasi dan pemeliharaan sistem dan peralatan tenaga listrik di instansi pemerintahan dan berbagai industri ketenagalistrikan, antara lain:
  • PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)
  • Perusahaan pembangkitan tenaga listrik, independent Power Plant Company (IPP), seperti PT Indonesia Power, PT Pembangkitan Jawa-Bali, serta berbagai IPP Swasta
  • Industri peralatan listrik, seperti pabrik-pabrik transformator, mesin l;istrik, kabel, kubikel dan peralatan kendali dan proteksi, serta pemanfaatan tenaga listrik
  • Perusahaan yang mempunyai sistem suplai tenaga listrik, seperti PT Pertamina, PT CPI, PT INCO, serta perusahaan minyak dan pertambangan lainnya
  • Industri yang padat tenaga listrik, seperti pabrik tekstil, baja, dll.
  • Perusahaan konsultan, kontraktor, jasa operasi dan pemeliharaan sistem dan peralatan tenaga listrik.

Copyright : Artikel program studi ITB : https://www.itb.ac.id/program-studi-sarjana-teknik-tenaga-listrik

Rabu, 15 Februari 2017

K3 Bidang Instalasi Listrik

Standard
Dalam pemasangan instalasi listrik, biasanya rawan terhadap terjadinya kecelakaan. Kecelakaan bisa timbul akibat adanya sentuh langsung dengan penghantar beraliran arus atau kesalahan dalam prosedur pemasangan instalasi.
Oleh karena itu perlu diperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan bahaya listrik serta tindakan
keselamatan kerja. Bebrapa penyebab terjadinya kecelakaan listrik diantaranya :
  1.  Kabel atau hantaran pada instalasi listrik terbuka dan apabila tersentuh akan menimbulkan bahaya kejut.
  2. Jaringan dengan hantaran telanjang
  3.  Peralatan listrik yang rusak
  4. Kebocoran lsitrik pada peralatan listrik dengan rangka dari logam, apabila terjadi kebocoran arus dapat menimbulkan tegangan pada rangka atau body
  5.  Peralatan atau hubungan listrik yang dibiarkan terbuka
  6.  Penggantian kawat sekring yang tidak sesuai dengan kapasitasnya sehingga dapat menimbulkan bahaya kebakaran
  7. Penyambungan peralatan listrik pada kotak kontak (stop kontak) dengan kontak tusuk lebih dari satu (bertumpuk).
Contoh langkah -langkah keselamatan kerja berhubungan dengan peralatan listrik, tempat kerja, dan cara-cara melakukan pekerjaan pemasangan instalasi lisrik dapat diikuti pentunjuk berikut :
1. Menurut PUIL ayat 920 B6, beberapa ketentuan peralatan listrik diantaranya :
a) Peralatan yang rusak harus segera diganti dan diperbaiki. Untuk peralatan rumah tangga seperti sakelar, fiting, kotak -kontak, setrika listrik, pompa listrik yang dapat mengakibatkan kecelakaan listrik.
b) Tidak diperbolehkan :
  • Mengganti pengaman arus lebih dengan kapasitas yang lebih besar 
  •  Mengganti kawat pengaman lebur dengan kawat yang kapasitasnya lebih besar
  • Memasang kawat tambahan pada pengaman lebur untuk menambah daya
c) Bagian yang berteganagan harus ditutup dan tidak boleh disentuh seperti terminal-terminal sambungan kabel, dan lain -lain
d) Peralatan listrik yang rangkaiannya terbuat dari logam harus ditanahkan
 
2. Menurut PUIL ayat 920 A1, tentang keselamatan kerja berkaitan dengan tempat kerja, diantaranya :
 
a) Ruangan yang didalamnya terdapat peralatan lsitrik terbuka, harus diberi tanda peringatan “ AWAS BERBAHAYA
b) Berhati-hatilah bekerja dibawah jaringan listrik
c) Perlu digunakan perelatan pelindung bila bekerja di daerah yang rawan bahaya listrik
 
3. Pelaksanaan pekerjaaan instalasi listrik yang mendukung pada keselamatan kerja,
antara lain :
  1. Pekerja instalasi listrik harus memiliki pengetahuan yang telah ditetapkan oleh PLN (AKLI)
  2.  Pekerja harus dilengkapi dengan peralatan pelindung seperti : Baju pengaman (lengan panjang, tidak mengandung logam, kuat dan tahan terahadap gesekan), Sepatu, Helm, Sarung tangan.
  3.  Peralatan (komponen) listrik dan cara pemasangan instalasinya harsus sesuai dengan PUIL.
  4. Bekerja dengan menggunakan peralatan yang baik
  5. Tidak memasang tusuk kontak secara bertumpuk
  6.  Tidak boleh melepas tusuk kontak dengan cara menarik kabelnya, tetapi dengan cara memegang dan menarik tusuk kontak tersebut.

copy from : grapict.wordpress.com

Senin, 09 Januari 2017

Proposal Bisnis

Standard

Contoh Estimasi Pembuatan Proposal Bisnis



Nama Perusahaan        : Electrical Cip Power 
Alamat                              : Jl. Mawar No.999
Telepon                           : 0283xxxxxxx



Ringkasan Eksekutif

Kami sebagai pengambil keputusan berkomitmen menjalankan perusahaan secara professional agar bisa menyelesaikan produk tepat waktu dan bisa menjualnya dengan lancar. Target produksi kami satu tahun ke depan adalah membuat 3 buah produk, yaitu: Sebuah software pendidikan, sebuah game, dan sebuah buku elekronik. Masing-masing produk akan kami selesaikan dalam waktu tiga bulan.


Tujuan


Dalam menjalani usaha, kami mempunyai tujuan yang terencana dengan baik, yaitu tujuan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

Tujuan jangka pendek:
Kami akan membuat produk power supply umum.

Jangka menengah:
Kami akan membuat produk power supply dengan bekerja sama melalu institusi pabrikan alat-alat elektronika,

Jangka Panjang:
Kami akan terus memproduksi power supply dengan berinovasi mengikuti teknologi yang terus berkembang dan maju.

Misi dan Visi Perusahaan


Visi :

Sebagai Perusahaan yang di kenal di dunia dengan inovasi, kreatif, berkualitas dan selalu berkembang sesuai zaman



Misi :  
n  Membuat produk Power supply yang berkulitas dan bernilai ibadah
n  Berusaha menumbuhkan generasi pemanfaatan power supply yang baik dan berkualitas
n  Terus berinofasi guna menjadikan produk dalam negeri sebagai primadona di negeri sendiri


Sekilas Perusahaan

Electrical Cip Power  adalah perusahaan elektronika yang membuat dan mengembangkan produk power supply yang kreatif dan inovatif


Kepemilikan Perusahaan

Electrical Cip Power  adalah perusahaan bersama yang dimiliki oleh Dwi, Cipto, dan Maulana


Sejarah Singkat Perusahaan

Electrical Cip Power  adalah sebuah perusahaan yang di dirikan pada 9 September 2009. pada saat itu terdapat tugas untuk membuat power supply pada dunia pendidikan, dan membuat dwi, cipto dan maulana, untuk bergerak di dunia industri untuk memproduksi suatu power supply dengan kreatif, inovatif, serta memadukan dengan teknologi yang ada pada zaman sekarang.


Lokasi dan Fasilitas Perusahaan

Electrical Cip Power  Berlokasi di Jl. Mawar No.999. Tempat usaha berupa bangunan tiga lantai dengan ukuran 10x12 meter.


Produk

Electrical Cip Power  mempunyai dua divisi produk, yaitu power supply gadgets dan power supply electronic . power supply gadgets adalah divisi yang membuat uatu produk power supply untuk gadgets seperti handphone laptop dll, sedangkan power supply electronic adalah divisi yang memproduksi power supply untuk tv, radio dll. Berikut ini adalah produk yang sedang kami buat dan yang akan segera dibuat.


Power Supply Gadgets

n  power supply handphone
n  power supply Laptop


Power Supply Electronic

n  power supply TV
n  power supply DVD Player
n  power supply Radio
n  power supply electronic dll


Deskripsi Produk

Power Supply adalah perangkat keras yang berfungsi untuk menyuplai tegangan langsung kekomponen dalam casing yang membutuhkan tegangan, misalnya motherboard, hardisk, kipas, dll. Input power supply berupa arus bolak-balik (AC) sehingga power supply harus mengubah tegangan AC menjadi DC (arus searah), karena hardware komputer hanya dapat beroperasi dengan arus DC. Power supply berupa kotak yang umumnya diletakan dibagian belakang atas casing.


Karakteristik dan Perbandingan Kompetitif Produk

Produk kami adalah produk berkualitas dengan memiliki garansi 3 tahun serta inovatif dalam pembuatannya , dan memiliki bentuk yang dapat di costum oleh para pelanggan, untuk produk power supply handphone dan laptop kami menawarkan produk tap carge hanya dengan menempelkan gadgets akan terisi sendirinya.


Analisis Pasar

Maraknya produk yang sudah ada dijual murah di pasar tentu akan menjadi salah satu kendala dalam pemasaran produk kami. Namun begitu, kami berkeyakinan bahwa produk kami, Insya Allah masih bisa laku lantaran kami memiliki inofasi dengan adaptor yang memiliki bentuk sesuai costum bisa di model- model sendiri bentuk casenya membuat para pelanggan menarik untuk membeli.





Analisis Industri

Saat ini kami mengetahui bahwa ada beberapa perusahaan industri elektronik memerlukan kualitas dan daya tarik inovatif, dan semakin maraknya konsumen elektronik membuat semakin yakin adanya kebutuhan power supply, untuk perlengkapan tambahan produksi elektronik


Peramalan Pasar

Jika kelak tujuan jangka menengah kami sudah tercapai, Insya Allah kami siap bersaing di pasar Internasional, khususnya guna memenuhi barang-barang elektronik yang semakin berkembang dan inovatif


Strategi Pemasaran

Strategi kami adalah yang mana perusahaan kami akan bekerja sama dengan perusahaan lain guna mencapai tujuan. Salah satunya adalah bekerja sama dengan beberapa perusahaan produsen elektronik lokal dalam hal promosi dan pemasaran.

Organisasi

Perusahaan kami terdiri dari tiga orang pendiri yang masing-masing akan mengepalai divisi yang dipimpinnya.

Divisi Produksi dan Pemasaran
n  Kepala Produksi
Bertanggung jawab dalam menghasilkan produk yang berkualitas
n  Product designer
n  Graphic Designer dan Animator
n  Photographer dan Writer
n  Humas
n  Sales

Divisi Keuangan dan Manajemen
n  Kepala keuangan dan manajemen
Bertanggung jawab dalam menyediaan dana produksi dan operasional
n  Akuntan
n  Administrasi

Divisi Operasional dan Pemeliharan
n  Kepala operasional dan pemeliharaan
Bertanggung jawab dalam penyediaan dan memelihara perlengkapan kerja. 
n  Teknisi



Struktur Organisasi


 














Estimasi Biaya

Biaya Investasi

Perlengkapan kantor
n  3 buah meja kerja
n  2 buah cabinet
n  1 set kursi tamu
n  Dispenser
n  2 buah AC

Perangkat Keras
n  Alat Cetak Plastik
n  Sebuat set Perlengkapan listrik pencetakan PCB auto
n  Sebuah Scanner
n  Sebuah Printer
n  sebuah robot pemotong pcb auto
n  sebuah bor pcb auto

Perangkat Lunak
n  OS Windows 7/8/10 original
n  MS office 16 original
n  proteus original
n  diptrash original


Total biaya investasi = 50.000.000 juta

Biaya Operasional
n  Listrik selama setahun
n  Telepon selama setahun
n  Perlengkapan kantor setahun
n  Kemasan 1000 buah

Total biaya Operasional = 5.000.000

Total Biaya keseluruhan = total biaya investasi + total biaya operasional

Total Biaya = Biaya Investasi + Biaya Operasional
                       
Rp. 50.000.000  + Rp. 5.000.000  = Rp. 55.000.000




Pendapatan

3 produk setahun, 100.000 x 3 x 1000 = 300.000.000 pertahun
                                                                         

Keuntungan

Keuntungan = Pendapatan - Total Biaya
                        = 300.000.000 - 55.000.000
                        = Rp. 245.000.000


Revenue Cost Ratio (R/C)

R/C = Pendapatan : Total Biaya
Rp. 300.000.000 : Rp. 55.000.000 = Rp. 5,45

R/C sebesar Rp. 5,45 menunjukkan bahwa usaha tersebut masih layak dilakukan. Artinya dari setiap modal Rp. 1 yang dikeluarkan akan menghasilkan RP. 5,45

Break Event Point (BEP)

BEP Produksi = Total Biaya: Harga Jual
Rp. 55.000.000 : Rp 100.000 = 550 keping

BEP Harga = Total Biaya : Total Produksi
Rp. 55.000.000 : 1000 keping = Rp. 55.000 /keping


Angkat tersebut menunjukkan bahwa investasi akan berada dalam titik impas jika dalam setahun mampu menjual produk sebanyak 1000 keping/tahun dan tingkat harga jual Rp. 55.000 /keping

Kamis, 27 Oktober 2016

Biaya Pembuata Catu Daya

Standard


1.      Biaya pada Rangkaian output catu daya +5v atau -5v





Material
Kuantitas
Harga Satuan (Rp)
Jumlah (Rp)
Capasitor 470mikro F
4
2000
8.000
Resistor 0,1 ohm
1
1.000
1.000
Resistor 100 ohm
1
1.000
1.000
Tip 2955
1
7.500
7.500
Ic 7805
1
15.000
15.000
Ic 7905
1
15.000
15.000
fuse
2
1.500
3.000
LED
2
1.000
2.000
Diode bridge
1
5.000
5.000
Kabel Jumper
2 M
1500
3.000
Jumlah                                                                                           Rp.60.500


2.      Biaya Pada Rangkaian ouput Catu Daya +12v dan -12v




Material
Kuantitas
Harga Satuan (Rp)
Jumlah (Rp)
Capasitor 470mikro F
4
2000
8.000
Resistor 0,1 ohm
1
1.000
1.000
Resistor 100 ohm
1
1.000
1.000
Tip 2955
1
7.500
7.500
Ic 7812
1
15.000
15.000
Ic 7912
1
15.000
15.000
fuse
2
1.500
3.000
LED
2
1.000
2.000
Diode bridge
1
5.000
5.000
Kabel Jumper
2 M
1500
3.000
Jumlah                                                                                           Rp.60.500


3.      Biaya Rangkaian ouput Variabel +1,25V sampai +20 V dan -1,25V sampai -20v



Material
Kuantitas
Harga Satuan (Rp)
Jumlah (Rp)
Capasitor 470mikro F
4
2000
8.000
Resistor 0,1 ohm
1
1.000
1.000
Resistor 100 ohm
1
1.000
1.000
Tip 2955
1
7.500
7.500
Ic 317
1
20.000
20.000
Ic 337
1
20.000
20.000
fuse
2
1.500
3.000
LED
2
1.000
2.000
Diode bridge
1
5.000
5.000
Kabel Jumper
2 M
1500
3.000
Potensio 5 K ohm
2
7.500
15.000
Jumlah                                                                                           Rp.85.500

Biaya lain-lain
Material
Kuantitas
Harga Satuan (Rp)
Jumlah (Rp)
Trafo
1
80.000
8.000
pcb
3 x 2 m
15.000
15.000
Capit buaya
8
1.000
8.000
solder
1
30.000
30.000
Bor
1
25.000
25.000
Soket ic
6
500
3.000
soket transistor
3
1.000
3.000
Saklar
1
3.000
3.000
led
6
1.000
6.000
Timah
1
5.000
5.000
Jumlah
Rp.106.000