Rabu, 14 Oktober 2015

ASAS - ASAS PENGETAHUAN LINGKUNGAN

Standard
A. PENGERTIAN SECARA UMUM


1.      EKOLOGI
Ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya dan yang lainnya. Berasal dari kata Yunani oikos ("habitat") dan logos ("ilmu"). Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haeckel (1834 - 1914) Dalam ekologi, makhluk hidup dipelajari sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya.
Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktor abiotik antara lain suhu, air, kelembaban, cahaya, dan topografi, sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba. Ekologi juga berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling memengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.
Ekologi merupakan cabang ilmu yang masih relatif baru, yang baru muncul pada tahun 70-an. Akan tetapi, ekologi mempunyai pengaruh yang besar terhadap cabang biologinya. Ekologi mempelajari bagaimana makhluk hidup dapat mempertahankan kehidupannya dengan mengadakan hubungan antar makhluk hidup dan dengan benda tak hidup di dalam tempat hidupnya atau lingkungannya.Ekologi, biologi dan ilmu kehidupan lainnya saling melengkapi dengan zoologi dan botani yang menggambarkan hal bahwa ekologi mencoba memperkirakan, dan ekonomi energi yang menggambarkan kebanyakan rantai makanan manusia dan tingkat tropik.
Para ahli ekologi mempelajari hal berikut]:
  1. Perpindahan energi dan materi dari makhluk hidup yang satu ke makhluk hidup yang lain ke dalam lingkungannya dan faktor-faktor yang menyebabkannya.
  2. Perubahan populasi atau spesies pada waktu yang berbeda dalam faktor-faktor yang menyebabkannya.
  3. Terjadi hubungan antarspesies (interaksi antarspesies) makhluk hidup dan hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
2.      ILMU LINGKUNGAN
Ilmu lingkungan adalah bidang akademik multidisipliner yang mengintegrasikan ilmu fisika, biologi, kimia, ekologi, ilmu tanah, geologi, sains atmosfer, dan geografi untuk mempelajari lingkungan, dan solusi dari permasalahan lingkungan. Ilmu lingkungan menyediakan pendekatan interdisipliner yang terintegrasi dan kuantitatif untuk mempelajari sistem lingkungan.
Bidang terkait untuk dipelajari yaitu pembelajaran lingkungan dan teknik lingkungan. Pembelajaran lingkungan menggabungkan berbagai ilmu sosial untuk memahami hubungan antar manusia, persepsi, dan kebijakan mengenai lingkungan. Teknik lingkungan fokus pada desain dan teknologi untuk meningkatkan kualitas lingkungan di berbagai aspek. Ilmuwan lingkungan bekerja pada subjek seperti memahami proses yang terjadi di bumi, mengevaulasi sistem energi, kendali dan mitigasi polusi, manajemen sumber daya alam, dan efek dari perubahan iklim. Masalah lingkungan seringkali mencakup interaksi proses fisika, kimia, dan biologis.
Ilmu lingkungan memulai pembelajaran dan investigasi substantif dan aktif pada tahun 1960an dan 1970an, didorong oleh:
·                      kebutuhan pendekatan multidisipliner untuk menganalisis masalah lingkungan yang kompleks.
·                      kedatangan hukum terkait lingkungan yang membutuhkan protokol dan investigasi lingkungan
·                      tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap aksi nyata dari gerakan yang menyinggung masalah lingkungan
Publikasi bertemakan lingkungan karya Rachel Carson, Silent Spring, mendorong berkembangnya ilmu lingkungan, bersamaan dengan bencana lingkungan seperti tumpahan minyak Santa Barbara tahun 1969 dan sungai Cuyahoga di Cleveland, Ohio, juga pada tahun 1969.
National Center for Education Statistics di Amerika Serikat mendefinisikan ilmu lingkungan sebagai:
Program yang fokus pada aplikasi prinsip biologi, kimia, dan fisika untuk mempelajari lingkungan fisik dan solusi dan permasalahan lingkungan, termasuk subjek seperti meredakan atau mengendalikan polusi dan degradasi lingkungan; interaksi antara masyarakat dan lingkungan alam; dan manajemen sumber daya alam. Termasuk kaidah permodelan dalam biologi, kimia, fisika, ilmu kebumian, klimatologi, statistik, dan matematika.

B.   PENGERTIAN MENURUT AHLI

1.      EKOLOGI
Pengertian Ekologi Menurut Para Ahli - Selain definisi umum mengenai pengertian ekologi, ada pula pengertian ekologi yang dikemukakan menurut para ahli. Pengertian ekologi menurut definisi para ahli adalah sebagai berikut...
·       Pengertian Ekologi Menurut Miller (1975)Menurut Miller tentang pengertian ekologi yang menggemukakan bahwa ekologi adalah suatu ilmu mengenai hubungan timbal balik diantara organisme serta sesamanya dan juga dengan lingkungannya.
·       Pengertian Ekologi Menurut Otto Soemarwoto, pengertian ekologi adalah suatu ilmu mengenaihubungan timbal balik diantara makhluk hidup dengan lingkungan sekitarnya.
·       Pengertian Ekologi Menurut C. Elton
ekologi adalah suatu ilmu yang mengkaji sejarah alam atau juga perkehidupan alam dengan secara ilmiah
·       Pengertian Ekologi Menurut Resosoedarmo
pengertian ekologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan.
·       Pengertian Ekologi Menurut Andrewarthaekologi adalah suatu ilmu yang membahas penyebaran dan juga kemelimpahan organisme
·       Pengertian Ekologi Menurut Krebsekologi adalah suatu ilmu pengetahuan yang mengkaji suatu interaksi yang menentukan adanya penyebaran dan juga kemelimpahan organisme
·       Pengertian Ekologi Menurut Eugene P. Odum
ekologi adalah suatu kajian terstruktur serta fungsi alam, tentang suatu struktur dan juga interaksi diantara sesama organisme dengan  lingkungannya.
2.      Ilmu lingkungan

# PROF DR. IR. OTTO SOEMARWOTO
Lingkungan hidup adalah jumlah semua benda dan kondisi yang ada dalam ruang yang kita tempati  yang mempengaruhi kehidupan kita

# S.J MCNAUGHTON & LARRY L. WOLF
Lingkungan hidup adalah semua faktor ekstrenal yang bersifat biologis dan fisika yang langsung mempengarui kehidupan, pertumbuhan, perkembangan dan reproduksi organisme

# MICHAEL ALLABY
Lingkungan hidup diartikan sebagai: the physical, chemical and biotic condition surrounding and organism.

# PROF. DR. ST. MUNADJAT DANUSAPUTRO, SH
Lingkungan hidup sebagai semua benda dan kondisi, termasuk di dalamnya manusia dan tingkah perbuatannya, yang terdapat dalam ruang tempat manusia berada dan mempengaruhi hidup serta kesejahteraan manusia dan jasad hidup lainnya.

# SRI HAYATI
Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan mahluk hidup. termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya

# JONNY PURBA
Lingkungan hidup adalah wilayah yang merupakan tempat berlangsungnya bermacam-macam interaksi sosial antara berbagai kelompok beserta pranatanya dengan simbol dan nilai 


C.   Perbedaan Ekologi dan Ilmu Lingkungan

Perbedaan utama ilmu lingkungan dan ekologi adalah dengan adanya misi untuk mencari pengetahuan yang arif, tepat (valid), baru, dan menyeluruh tentang alam sekitar, dan dampak perlakuan manusia terhadap alam. Misi tersebut adalah untuk menimbulkan kesadaran, penghargaan, tanggung jawab, dan keberpihakan terhadap manusia dan lingkungan hidup secara menyeluruh. Timbulnya kesadaran lingkungan sudah dimulai sejak lama, contohnya Plato pada 4 abad Sebelum Masehi telah mengamati kerusakan alam akibat perilaku manusia. Pada zaman modern, terbitnya buku Silent Spring tahun 1962 mulai menggugah kesadaran umat manusia.
Ilmu lingkungan merupakan bidang ilmu interdisipliner yang merupakan integrasi ilmu fisik dan biologi (termasuk tapi tidak dibatasi pada ekologi, fisika, kimia, biologi, ilmu tanah, geologi, ilmu atmosfer dan geografi) untuk mempelajari tentang lingkungan dan solusi dari masalah-masalah lingkungan. Ilmu lingkungan menyediakan pendekatan yang terintegrasi, kuantitatif, dan interdisipliner untuk mempelajari sistem lingkungan.
Ekologi adalah studi ilmiah tentang distribusi kelimpahan hidup dan interaksi antaraorganisme dan lingkungan alami mereka sedangkan ilmu lingkungan adalah filosofi dangerakan sosial yang luas berpusat pada kepedulian terhadap konservasi dan perbaikanlingkungan.
Ekologi dan ilmu lingkungan merupakan disiplin ilmu terkait erat dan berhubungan dengan prinsip-prinsip yang satu dengan yang lain dan hal ini merupakan sesuatu yang penting untuk sepenuhnya memahami satu dengan yang lain. Perbedaan utama antaraekologi dan ilmu lingkungan yaitu ilmu lingkungan merupakan bidang yang lebih menyeluruh yang menggabungkan banyak unsur ilmu bumi dan kehidupan untuk memahami berbagai proses alam.

D.   Asas – asas Pengetahuan lingkungan

Asas di dalam suatu ilmu pada dasarnya merupakan penyamarataan kesimpulan secara umum, yang kemudian digunakan sebagai landasan untuk menguraikan gejala (fenomena) dan situasi yang lebih spesifik. Asas dapat terjadi melalui suatu penggunaan dan  pengujian metodologi secara terus menerus dan matang, sehingga diakui kebenarannya oleh ilmuwan secara meluas. Tetapi ada pula asas yang hanya diakui oleh segolongan ilmuwan tertentu saja, karena asas ini hanya merupakan penyamarataan secara empiris saja dan hanya benar pada situasi dan kondisi yang lebih terbatas, sehingga terkadang asas ini menjadi bahan pertentangan. Namun demikian sebaliknya apabila suatu asas sudah diuji berkali-kali dan hasilnya terus dapat dipertahankan, maka asas ini dapat berubah statusnya menjadi hukum. Begitu pula apabila asas yang mentah dan masih berupa dugaan ilmiah seorang peneliti, biasa disebut hipotesis, Hipotesis ini dapat menjadi asas apabila diuji secara terus menerus sehingga memperoleh kesimpulan adanya kebenaran yang dapat diterapkan secara umum. Untuk mendapatkan asas baru dengan cara pengujian hipotesis ini disebut cara induksidan kebanyakan dipergunakan dalam bidang-bidang biologi, kimia dan fisika.  Asas baru juga dapat diperoleh dengan carasimulasi komputer dan penggunaan model matematika untuk mendapatkan semacam tiruan keadaan di alam  (mimik). Cara lain juga dapat diperoleh dengan metode perbandingan misalnya dengan membandingkan antara daerah yang satu dengan yang lainnya. Cara-cara untuk mendapatkan asas tersebut dapat dikombinasikan satu dengan yang lainnya.


Sumber :








Jumat, 15 Mei 2015

KEADILAN

Standard
karya : DWI CIPTO MAULANA

kaya atau miskin
laki-laki atau perempuan
maupun hitam atau putih

tak ada yang di pertimbangkan
semua rata
semua sama
ya
mereka bilang begitu

tetapi..
berbicara jauh dari fakta
semua hati mati
tentang keadilan
yang miskin makin sengsara
yang kaya makin berkuasa
hukum hanya ilusi

dimana letak
putih kita?
mengapa yang hitam makin menjadi
yang putih makin menjauhi
sadarlah

Tanggung Jawab

Standard
karya : DWI CIPTO MAULANA

Tanggung jawab …
Bukan hanya sebuah kata biasa
Tetapi
Begitu murah kata ini terucap
Kemauan …
Keberanian..
Kewajiban…
Ya itulah tanggung jawab
Keberanian apa yang kita perbuat
Kemauan apa yang kita perbuat
Dan…
Kewajiban apapun yang kita perbuat
Semua itu bukan hanya sebuah ucapan
Semua itu bukan hanya angin lewat
Yang terbang
Entah kemana …
Tanpa arah yang jelas
Semua yang terucap
Semua yang terlakukan

Maka tanggung jawablah

Kamis, 23 April 2015

PRO & KONTRA PEMBANGUNAN PLTN DI INDONESIA

Standard
    

Pembangunan PLTN di Indonesia telah berubah tidak hanya menjadi masalah energy tapi juga menjadi masalah social. Hal ini di akibatkan adanya ketidak percayaan dari masyarakat kepada pemerintah mengenai keamanan PLTN. Penulis sendiri walaupun berada dalam lingkungan program studi teknik nuklir. Namun, dalam hal ini memposisikan sebagai putra bangsa dengan maksud agar tulisan ini lebih objektif. Penulis merasa tergerak oleh pemilihan tema yang berjudul “PRO & KONTRA PEMBANGUNAN NUKLIR DI INDONESIA :KRISIS ENERGI VS KRISIS SOSIAL” dengan maksud untuk mengisi ruang kosong dalam perdebatan publik tentang rencana Negara membangun PLTN di jepara mulai tahun 2009 ini.makalah ini di maksudkan sebagai sebuah sumbangan kecil dalam suatu perdebatan menyangkut isu kemanusiaan penting di negeri tercinta ini. Sumbangan penulis dapat di jadikan semacam urun rembug dalam ruang kosong tersebut. Selanjutnya dengan semkin terpenuhinya ruang kosong tersebut ,public akan dibantu dalam memilih posisi mana yang mau di ambil terkait dengan perdebatan sekitar rencana tersebut.
Menyadari besarnya resiko yang menyertai pembangunan PLTN tersebut ,perdebatan public perlu di galakan terus sampai di temukan suatu titik konvergensi berupa sebuah pemilihan kebutuhan politik bersama . Perdebatan politik itu sendiri merupakan proses yang perlu di tempuh .argumentasi “pro” dan “kontra” perlu saling diadu. Pandangan –pandangan berupa corak optimisme perlu di temukan dengan pandangan-pandangan bercorak skeptesisme atau pesismisme.perdebatan public itu sendiri pada dewasa ini semakin di dasari sebagai proses konstruktif bagi hadirnya apa yang di sebut knowledge societies(P.Winaryo P.,SJ).
Apa yang di maksud dengan konvergensi disini ? Dalam kamus Wikipedia dikatakan bahwa konvergensi menunjuk kepada proses suatu titik temu suatu pandangan umum atau suatu keseimbangan yang bersifat “pasti.pertanyaannya adalah adakah titik temu ,pandangan umum,atau kondisi seimbang yang bersifat pasti terkait dengan isu Pembangunan PLTN di Indonesia yang bisa didek
ati bersama –sama?menurut penulis pandangan umum atau kondisi seimbang itu pasti ada,hanya saja masalahnya adalah bagai mana cara kita mendekati.salah satu cara yang bisa di gunakan adalah sosialisasi secara benar dan lengkap kepada masyarakat mengenai isu tersebut kepada masyarakat agar masya rakat dapat mengetahui dengan pasti resiko ,manfaat nuklir secara lengkap.di samping itu masyarakat harus keluar dari paradigma mereka dan mencoba tanpa memandang sebelah mata sosialisasi badan kenukliran dalam hal ini pemerintah dan BATAN,karena penulis sering melihat adanya demo anti nuklir sebelum acara sosialisai dimulai.mana bisa mengerti kalau belum sosialisasi di demo dulu?masyarakat harusnya tidak mudah terprovokasi mengenai hal tersebut.di samping supaya Indonesia tidak tertinggal denagn bangsa lain .PLTN tersebut juga sebagaimana kita ketahui juga merupakan solusi dari krisis energy.krisis energy adalah semakin menipisnya jumlah cadangan energy sehingga harus menggunakan energy alternative salah satunya nuklir.
Penulis pernah mengikuti salah satu seminar dimana di situ terdapat bedah buku yang berjudul “MELAWAN IIBLIS MEPHISTOPHELES:BUNGA RAMPAI TINJAUAN KRITIS ANTI PLTN FISSI”.di sana di hadiri oleh beberapa pembicara yang notabene 85% anti PLTN.mereka mengatakan bahwa alasan mereka sangatkompleks.salah satu alasan yang menurut saya menarik adalah ketidak percayaan masyarakat kepada pemerintah ,misalnya menyamakan dengan kasus kecelakaan penerbangan dan lumpur lapindo brantas, menurut penulis alasan ini masih relevan .hanya saja masyarakat harus tahu kalau pembangunan PLTN itu tidak sekedar asal tancap ,temple,dan jalan .ada perhitungan ,teknik tertentu yang harus dilakukan.lalu sebuah alasan lagi muncul yaitu korupsi,mengenai kasus ini penulis setuju karena jika ada korupsi maka sehebat apapaun bangunan pasti akan rapuh juga.
HARAPAN DAN KECEMASAN
Pengembangan energi nuklir bukan lagi menjadi wacana namun sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 5 Tahun 2006 Tentang Kebijakan Energi Nasional, energi nuklir masuk ke dalam kelompok energi yang dapat dikembangkan. Selanjutnya dalam Blueprint Pengelolaan Energi Nasional 2005-2025, energi nuklir masuk ke dalam jenis energi alternatif yang akan digunakan untuk pembangkit tenaga listrik (PLTN). Langkah pemerintah juga semakin mantap dengan memasukkan energi nuklir sebagai salah satu komponen di dalam Agenda Riset Nasional (ARN) 2005-2009.
Perlu diakui bahwa dalam hal implementasi program ataupun kebijakan energi nuklir Indonesia relatif lambat dan tertinggal dibandingkan negara lain seperti Cina, India dan Brasil. Hal ini tentu tidak telepas dari tingginya tingkat resistensi masyarakat setelah belajar dari berbagai tragedi nuklir katakanlah peristiwa Chernobyl di tahun 1986. Dalam konteks sumber pasokan energi primer di dunia, di tahun 2004 energi nuklir berada dalam posisi keempat dengan porsi sekitar 6,5% yaitu setelah minyak bumi, batu bara, dan gas. Di Indonesia hingga saat ini, pemanfaatan energi nuklir masih dilakukan secara terbatas untuk keperluan penelitian yang dalam tingkatan aplikasi banyak gunakan untuk keperluan kedokteran, industri dan pertanian.
NUKLIR SEBAGAI ENERGI BARU
Upaya nyata untuk mengembangkan energi nuklir bagi pembangkit listrik tentu tidak terlepas dari semakin terbatasnya pasokan energi yang bersumber dari bahan bakar minyak, dimana lebih dari 50% pembangkit listrik menggunakan BBM. Pada sisi lain Indonesia menghadapi turunnya pasokan BBM sebagaimana terlihat dari semakin berkurangnya produksi minyak, semakin tingginya impor BBM yang tentu saja diikuti oleh kian berkurangnya ekspor BBM. Bahkan studi menunjukkan bahwa rasio cadangan minyak terhadap produksi hanya mampu bertahan selama 18 tahun jika tidak dilakukan eksplorasi baru. Hal ini tentu saja akan mengancam posisi keamanan pasokan energi nasional. Yang pada gilirannya akan meningkatkan biaya produksi listrik yang berbasis BBM.
Sebagai alternatif pemerintah bermaksud mengembangkan lebih lanjut peranan gas bumi dan batubara sebagai sumber alternatif energi primer di samping energi baru dan terbarukan lainnya. Jika diperhatikan sasaran energi mix nasional di tahun 2025 sekitar 4,4% berasal dari energi baru dan terbarukan yang secara dominan akan disumbangkan oleh energi nuklir sekitar 2% dan biofuel sekitar 1,3%. Dengan demikian dalam konteks asupan energi alternatif maka energy nuklir menempati skala paling tinggi dibandingkan sumber lainnya seperti biofuel, tenaga surya, angin, biomass, dll.
Dilihat dari sumber bahan baku energi nuklir, Indonesia memiliki sumber daya yang cukup besar. Menurut perkiraan yang diberikan oleh Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral sekitar 25% luas daratan Indonesia mengandung deposit mineral radioaktif terutama dalam bentuk Uranium. Hasil kalkulasi lainnya juga menunjukkan bahwa penggunaan energi nuklir sebagai pembangkit tenaga listrik dapat memberikan biaya produksi yang lebih rendah sekitar 275% dibandingkan dengan pembangkit PLN saat ini. Hal ini kirannya cukup beralasan dengan melihat kajian sebelumnya yang menyatakan bahwa satu kilogram uranium setara dengan 1.000-3.000 ton batu bara, atau setara 160 truk tangki minyak diesel yang berkapasitas 6.500 liter. Energi nuklir juga paling murah dalam hal biaya yang dikeluarkan menghasilkan satu unit energi listrik dibandingkan dengan sumber baru dan terbarukan lainnya lainnya seperti energi angin dan surya.
Namun demikian pengembangan lebih lanjut energi nuklir tidak hanya harus memenuhi kelayakan ekonomis, namun juga kelayakan teknis dan keamanan. Sesungguhnya kedua hal terakhir masih menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.
ASPEK KELAYAKAN TEKNIS
Sejak tahun 1957 Indonesia sudah masuk dalam keanggotaan Badan Tenaga Atom Nasional. Dengan demikian dalam aspek membangun kelembagaan (capacity building) Indonesia mendapatkan bantuan dari badan dunia tersebut baik dalam bentuk pendanaan , peningkatan kapasitas SDM, penguatan aspek regulasi dan pengawasan. Bahkan di tahun 1997 pemerintah juga telah mengeluarkan Undang-Undang Energi Nukir. Di samping itu berbagai bentuk perjanjian bilateral seperti dengan Jepang turut memperkuat posisi Indonesia untuk mampu berbuat lebih banyak dalam pengembangan PLTN. Pengembangan PLTN bukan berarti tanpa resiko, namun perlu diingat juga pemakaian energi berbasis fosil juga memegang andil yang besar bagi terjadinya pemanasan global (global warming) yang juga telah menelan banyak korban akibat perubahan iklim global secara drastis. Demikian juga dengan pengembangan energi alternatif biofuel yang dapat mengancam kelestarian hutan. Menyikapi pro-kontra nuklir belakangan ini, salah satu Deputi Menristek dalam opininya di salah satu harian nasional
melakukan pembelaan yang terkesan babi-buta; dengan pernyataan ;sekarang atau tidak
sama sekali untuk PLTN.
KETAKUTAN MASYARAKAT AKAN BAHAYA PLTN
Seperti telah disampaikan diatas PLTN merupakan salah satu bentuk sumber penghasil tenaga listrik yang menggunakan bahan bakar nuklir sebagai pemanas air, dimana air tersebut akan dijadikan uap yang nantinya digunakan sebagai pendorong turbin. Jika dihitung secara matematis, tingkat efisiensi biaya pengoprasian dari PLTN itu sendiri merupakan yang paling murah jika dibandingkan dengan pembangkit-pembangkit listrik yang lain.
Namun selain itu jika dilihat dari sisi lain, PLTN dapat diibaratkan tombak bermata dua, Sisi yang didepan mampu untuk menyelesaikan masalah, namun sisi yang lain dapat membunuh sang pemilik tombak tersebut. Masyarakat banyak yang berpendapat bahwa nuklir merupakan sesuatu yang berbahaya, dan itu memang benar apa adanya. Bahan bakar nuklir dapat mengeluarkan radiasi yang dapat mengionisasi tubuh manusia, tentu saja efek ionisasi tersebut dapat menimbulkan suatu masalah bagi keberadaan manusia itu sendiri. Contohnya seperti kangker, disfungsi organ, perubahan DNA, dan lain sebagainya.
Oleh karena itu, PLTN yang baik adalah PLTN yang mampu meminimalisasikan efek-efek negatif dari bahaya nuklir itu sendiri. Di dalam PLTN yang baik terdapat sistem pengamanan berlapis-lapis yang dapat digunakan untuk menghindari adanya kebocoran radiasi nuklir ke area luar dari PLTN. Jika pengaman yang pertama gagal, maka masi ada pengaman berikutnya, jika yang berikutnya gagal, masi ada pengaman selanjutnya.
Rencana pembuatan PLTN di Indonesia berlangsung penuh kontroversi. Ada yang pro-nuklir ataupun kontra-nuklir. Atau mungkin netral, bahkan ada juga yang bersifat acuh. Adanya ketakutan-ketakutan terhadap nuklir harusnya menjadi alasan untuk memperbaiki diri. Adanya pendukung pro nuklir harusnya menjadi motivasi untuk tetap optimis melangkah ke depan. Dan jika masih ada yang bersifat netral ataupun acuh, hal tersebut mengindikasikan perlunya pendekatan sosialisasi.
Sebagai masyarakat Indonesia. Kita tahu bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat korupsi tinggi. Indonesia kaya akan SDA . Walaupun masih banyak masyarakat yang putus sekolah, namun ada juga orang-orang cerdas seperti BJ Habibie ataupun juga pemenang olimpiade-olimpiade sains tingkat internasional.
Namun mencuri bukan karena ada niat, tapi karena ada kesempatan. Kesempatan untuk melakukan korupsi di negeri ini sangat tebuka lebar. Niat awal ingin memperbaiki sistem, tapi apa daya setelah masuk ke sistem tersebut malah terjerumus ke jalan yang salah. Apa jadinya jika PLTN diurus oleh orang-orang seperti itu? Akan banyak nyawa menjadi taruhan. Masyarakat Indonesia adalah manusia, dan manusia bukan makhluk yang sempurna. Begitu pula dengan bangunan ciptaan manusia.
Untuk sekarang ini, kualitas hard skill SDM Indonesia cukup memadai. Namun ditinjau dari sisi soft skill masih banyak SDM yang kurang dapat dipercaya. Ruang penyimpanan limbah radio aktif yang seharusnya sangatlah kuat. Hanya karena ulah koruptor, ruang tersebut bisa saja menjadi sangat rapuh sehingga nyawa manusialah yang akan menjadi taruhannya.
SIMPULAN
Dari makalah diatas dapat di simpulkan:
1.Penulis percaya bahwa segala benda di bumi ini pasti ada manfaatnya termasuk nuklir. .Namun, Sebagai masyarakat Indonesia. Kita tahu bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat korupsi tinggi. hal-hal seperti kelayakan teknis, kedisiplinan,dan lain-lain harus ditingkatkan.Mengenai hal-hal kontradiktif seperti diatas menurut penulis digunakan sebagai rujukan dan motivasi kepada pemerintah untuk membuktikan kapada masyarakat .
2.masyarakat berpendapat apapun itu boleh kita harus menghormati karena pendapat itu juga bisa di jadikan koreksi bersama kearah yang lebih baik. bagaimanapun Indonesia jangan sampai tertinggal dengan bangsa lain.
3.untuk para pro PLTN juga sebaiknya jangan terlalu berfanatik sempit dan mencibir mereka yang kontra. mereka harus juga menghormati mereka yang kontra. jangan mengatakan mereka bodoh ,mereka hanya kurang mengerti.kita juga harus saling mengawasi dalam pembangunan PLTN ini.
4.pemerintah juga seharusnya melakukan sosialisasi melalu media lebih gencar lagi, karena bagaimanapun masyarakat luas akan dapat secara mudah mengakses media baik cetak maupaun elektronik untuk membangun opini publik yang sehat dan tidak skeptis tentang PLTN .
5.Dan penulis menghimbau agar para pro nuklir yang akan puya kesempatan bekerja di PLTN yang berpendapat bahwa PLTN adalah satu-satunya lapangan pekerjaan agar di hapus (penulis menyadari akan adanya fenomena itu)karena hal ini dapat menimbulkan egoistis,fanatic sempit dan dukungan yang membabi buta terhadap PLTN tanpa mendengarkan kritik dan saran dari pihak kontra, karena PLTN itu kita ketahui bersama dampaknya besar sehingga perlu ditempatkan sebagai amanah bersama.
DAFTAR PUSTAKA
Aminuddin H.A.
Presepsi dan penerimaan masyarakat terhadap PLTN.electroindonesia.edisiIV.APRIL 1997
Akhadi ,Mukhlis
Mengenal proses kerja dan jenis-jenis PLTN.electroindonesia.nomor 36.tahun VII.2001
 https://yusrowatch.wordpress.com 

Minggu, 19 April 2015

Puisi "Keindahan tanpa otak kosong"

Standard
karya : Dwi Cipto Maulana

Wahai alam,
Wahai langit
Betapa sejuknya hati ini
Ketika orang menyebutmu
Betapa tenangnya rasa ini
Ketika orang merasakanmu

Indah…, ya itu yang selalu ada
Di pikiran
Yaaa…
Hanya kepada-Mu
Merasa syukur
Atas indahnya alam ini

Akan tetapi….
Mengapa para otak kosong
Merusak keindahan ini
Membakar hijaunya ini
Menaburi birunya dengan sampah

Bukankah  keindahan alam ini
Membuat hidupmu

Wahai otak kosong, berfikirlah
keindahan alam ini, jangan sampai hilang

musnah oleh tangan-tanganmu,

Puisi "Budaya Negeri ku"

Standard
karya : Dwi Cipto Maulana

Terbentang luasnya negeri ini
Terpampang besarnya ragam ini
Membuat Tak satupun yang terlewatkan
Rasa sejuknya hati  negeri ini

Keberagaman Kebudayan,
Tarian…
Nyanyian …
Bahasa…

Tak membuat perpisahan umat negeri ini
Wahai engkau budaya,
Takanku biarkan engkau mati.
Takanku biarkan engkau membeku,
Karena engkaulah
Yang membuat
Indahnya negeri ini.